Setapak Langkah – 31 Mei 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Siklon Tropis Jangmi terus menguat di wilayah Laut Filipina. Sistem cuaca ini diperkirakan akan bergerak ke barat daya dan berpotensi memengaruhi sejumlah provinsi di Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Prediksi Dampak Cuaca
- Sumatra Barat dan Bengkulu: Hujan lebat dengan curah hingga 150‑200 mm per hari, berpotensi memicu banjir bandang dan tanah longsor di daerah pegunungan.
- Jawa Barat, Banten, dan Jakarta: Angin kencang mencapai 70‑80 km/jam, disertai hujan deras yang dapat mengganggu transportasi laut dan darat.
- Jawa Tengah dan DIY: Potensi hujan intensitas tinggi, terutama di daerah selatan, meningkatkan risiko genangan air di wilayah perkotaan.
- Kalimantan Selatan dan Tengah: Hujan terus-menerus dengan intensitas sedang‑tinggi, dapat mempengaruhi operasi pelabuhan dan kegiatan pertanian.
BMKG menegaskan bahwa meskipun Jangmi belum mencapai status badai tropis, peningkatan intensitasnya tetap menjadi ancaman serius bagi wilayah yang berada di jalur perkiraan. Oleh karena itu, lembaga tersebut mengimbau masyarakat untuk memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala.
Langkah Pencegahan yang Disarankan
- Periksa kondisi atap, jendela, dan pintu sebelum hujan deras tiba; perkuat atau tutup celah yang berpotensi bocor.
- Hindari aktivitas di luar ruangan, terutama di daerah rawan longsor atau banjir.
- Jika berada di daerah pesisir, waspadai kemungkinan gelombang tinggi dan pantau peringatan bahaya laut.
- Pastikan perangkat komunikasi (handphone, radio) terisi penuh dan siapkan kit darurat yang berisi senter, obat-obatan, dan makanan ringan.
- Ikuti arahan resmi dari pemerintah daerah serta petugas penanggulangan bencana setempat.
BMKG terus memantau perkembangan Jangmi dan akan mengeluarkan peringatan dini jika kondisi cuaca berubah menjadi lebih berbahaya. Masyarakat diimbau untuk tidak menyepelekan peringatan tersebut dan tetap waspada hingga siklon tropis ini melewati wilayah Indonesia.