Setapak Langkah – 31 Mei 2026 | Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat selama beberapa bulan terakhir justru menjadi faktor magnet bagi wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Indonesia. Menurutnya, kurs yang lebih lemah membuat biaya akomodasi, transportasi, kuliner, dan kegiatan wisata menjadi lebih terjangkau bagi pelancong luar negeri.
Data kurs resmi menunjukkan bahwa pada Januari 2024, satu dolar AS setara dengan Rp15.300, sementara pada Maret 2024 nilai tukar menguat menjadi Rp15.800. Penurunan nilai tukar ini menurunkan harga barang dan jasa bagi wisatawan asing sebesar 3-4% dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Berikut beberapa dampak positif yang diidentifikasi oleh Kementerian Pariwisata:
- Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara karena biaya perjalanan yang lebih murah.
- Peningkatan pendapatan sektor perhotelan, restoran, dan layanan transportasi lokal.
- Peningkatan daya saing destinasi wisata Indonesia dibandingkan negara tetangga.
Namun, Menteri Pariwisata juga mengingatkan bahwa depresiasi rupiah dapat menimbulkan tekanan inflasi pada barang kebutuhan pokok bagi masyarakat domestik. Oleh karena itu, pemerintah berupaya menyeimbangkan kebijakan moneter dan dukungan sektor pariwisata agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas.
Berikut rangkuman nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam tiga bulan terakhir:
| Bulan | Rupiah per USD |
|---|---|
| Januari 2024 | 15.300 |
| Februari 2024 | 15.550 |
| Maret 2024 | 15.800 |
Dengan kondisi ini, Kementerian Pariwisata berencana memperkuat promosi digital, memperluas paket wisata berbasis nilai tukar yang kompetitif, serta meningkatkan kualitas layanan untuk memastikan kepuasan wisatawan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi domestik.