Setapak Langkah – 31 Mei 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, kembali ke Tanah Air setelah melakukan kunjungan resmi ke Prancis. Dalam rangkaian pertemuan dengan pejabat Prancis, sejumlah kesepakatan strategis berhasil diraih dengan total nilai mencapai Rp 61,25 triliun.
Kesepakatan tersebut mencakup tiga pilar utama: investasi ekonomi, kerjasama pertahanan, serta penguatan sektor teknologi dan energi. Berikut rincian nilai dan bidang kerjasama:
| Bidang | Nilai (Rp Triliun) |
|---|---|
| Investasi ekonomi (infrastruktur, energi, manufaktur) | 35,00 |
| Kerjasama pertahanan (pembelian alutsista, latihan bersama) | 18,00 |
| Teknologi & inovasi (digital, aerospace) | 5,75 |
| Energi terbarukan & lingkungan | 2,50 |
Di sektor ekonomi, Prancis berkomitmen menanamkan modal dalam proyek infrastruktur transportasi, energi terbarukan, serta pengembangan zona industri berorientasi ekspor. Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya transfer teknologi dan pelibatan tenaga kerja lokal dalam setiap proyek.
Dalam bidang pertahanan, kedua negara sepakat meningkatkan kerjasama produksi dan pemeliharaan alutsista, termasuk pembelian pesawat tempur generasi terbaru dan kapal patroli. Selain itu, latihan militer gabungan dijadwalkan secara berkala untuk memperkuat interoperabilitas pasukan.
Kerjasama teknologi difokuskan pada pengembangan ekosistem digital, riset aerospace, serta program pelatihan sumber daya manusia di bidang inovasi. Pemerintah Indonesia berharap kolaborasi ini dapat mempercepat transformasi industri nasional menuju ekonomi berbasis pengetahuan.
Keseluruhan kesepakatan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi geopolitik negara di kancah internasional.