Setapak Langkah – 31 Mei 2026 | Founder dan Chairman Forum Penguatan Citra Internasional (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto terlalu sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Menurutnya, selama satu periode enam hari, Prabowo menghabiskan satu hari penuh di luar negeri, yang dinilai mengurangi fokus pada agenda domestik.
Dino menekankan pentingnya mengurangi frekuensi kunjungan internasional agar pemerintahan dapat lebih konsentrasi pada penyelesaian masalah dalam negeri, termasuk pemulihan ekonomi, penanganan bencana, dan kebijakan sosial. Ia juga mengingatkan bahwa publik berhak mengkritik kebijakan tersebut, dan kritik tidak boleh diremehkan.
Berikut poin‑poin utama yang disampaikan Dino Patti Djalal:
- Prabowo sebaiknya menurunkan jumlah perjalanan luar negeri secara signifikan.
- Setiap kunjungan harus memiliki tujuan yang jelas dan berdampak langsung bagi kepentingan nasional.
- Kritik publik harus dipandang sebagai masukan konstruktif, bukan sekadar serangan politik.
Sejumlah pihak lain juga menyoroti bahwa perjalanan luar negeri presiden dapat meningkatkan citra internasional Indonesia, namun hal tersebut harus seimbang dengan kebutuhan domestik. Mereka mengusulkan agar agenda luar negeri dijadwalkan secara transparan dan diumumkan sebelumnya, sehingga masyarakat dapat memantau dan menilai manfaatnya.
Dino Patti Djalal menutup dengan harapan bahwa Presiden Prabowo akan menanggapi seruan tersebut dengan serius, demi menjaga kepercayaan publik dan memperkuat fokus pemerintahan pada prioritas dalam negeri.