Setapak Langkah – 28 Mei 2026 | Gus Muhaimin Iskandar, anggota Amirul Hajj sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, menyatakan keyakinan bahwa pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2026 akan lebih sukses dan berkualitas dibandingkan periode sebelumnya.
Optimisme tersebut didasarkan pada beberapa inisiatif strategis yang sedang dipersiapkan pemerintah, antara lain:
- Pembentukan Kementerian Haji (Kemenhaj) yang diharapkan dapat meningkatkan koordinasi lintas sektoral.
- Penerapan teknologi digital untuk pendaftaran, verifikasi, dan pelacakan jamaah haji.
- Peningkatan fasilitas kesehatan dan kebersihan di Tanah Suci.
- Penguatan pelatihan pra-haji bagi calon jamaah.
- Optimalisasi kerjasama dengan otoritas Saudi dalam hal akomodasi dan transportasi.
Gus Muhaimin menegaskan bahwa komitmen Presiden untuk mewujudkan Kemenhaj mencerminkan kesungguhan pemerintah dalam menanggapi tantangan logistik, keamanan, dan kesejahteraan jamaah. Dengan adanya kementerian khusus, diharapkan proses perizinan, alokasi anggaran, serta monitoring pelaksanaan dapat dilakukan secara terpusat dan lebih efisien.
Selain itu, pemerintah juga berencana meningkatkan kapasitas bandara, pelabuhan, serta infrastruktur transportasi darat di Arab Saudi, sekaligus memperkuat dukungan tenaga medis dan penanganan darurat. Upaya edukasi mengenai protokol kesehatan, tata cara ibadah, dan etika berinteraksi dengan lingkungan setempat juga menjadi fokus utama.
Jika semua langkah ini berjalan lancar, Gus Muhaimin memperkirakan jumlah jamaah Indonesia yang berhasil menunaikan haji pada tahun 2026 dapat meningkat secara signifikan, sekaligus menurunkan tingkat keluhan terkait administrasi dan fasilitas.
Ia menutup dengan harapan bahwa sinergi antara kementerian, otoritas agama, dan masyarakat akan menghasilkan pengalaman ibadah yang lebih aman, nyaman, dan bermakna bagi setiap jemaah Indonesia.