Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Dalam sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru-baru ini, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabwala, menyampaikan serangkaian poin penting yang mencakup kebijakan dalam negeri, ekonomi, pertahanan, serta visi politik ke depan. Pidatonya menekankan urgensi reformasi struktural serta komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
- Penguatan pertahanan dan keamanan: Prabowo menegaskan pentingnya modernisasi alutsista serta peningkatan kapasitas TNI untuk menghadapi tantangan keamanan regional.
- Pembangunan ekonomi inklusif: Ia menyoroti kebutuhan memperluas akses kredit bagi UMKM, mempercepat reformasi regulasi, dan menurunkan beban pajak bagi sektor produktif.
- Infrastruktur berkelanjutan: Penekanan pada proyek jalan, pelabuhan, dan bandara yang terintegrasi dengan kebijakan ramah lingkungan serta peningkatan konektivitas antar wilayah.
- Kesejahteraan sosial: Penguatan program Keluarga Harapan, peningkatan subsidi energi, serta penambahan alokasi anggaran untuk pendidikan dan kesehatan.
- Antikorupsi dan tata kelola: Prabowo mengusulkan pembentukan unit independen yang memiliki wewenang lebih besar dalam penyidikan kasus korupsi tingkat tinggi.
- Persatuan nasional: Ia mengajak semua elemen bangsa untuk menjaga persatuan, menolak polarisasi politik, dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
- Kebijakan luar negeri: Penekanan pada diplomasi ekonomi, memperkuat hubungan strategis dengan negara‑negara sahabat, serta menjaga kedaulatan di wilayah perbatasan.
Secara keseluruhan, poin‑poin tersebut mencerminkan agenda reformasi yang bersifat lintas sektor, dengan harapan dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan keamanan, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara. Kritik dan dukungan dari anggota DPR beragam, namun mayoritas menyambut baik upaya konkret yang diusulkan, terutama dalam bidang pemberdayaan ekonomi rakyat dan penegakan hukum.