Setapak Langkah – 20 Mei 2026 | Pasar rumah second di Indonesia menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang signifikan, terutama sebagai pintu masuk bagi generasi Z yang baru mulai menapaki dunia properti. Keterbatasan pasokan rumah baru bersamaan dengan meningkatnya kebutuhan hunian setiap tahun menciptakan celah peluang yang menarik.
Latar Belakang Pasar Rumah Second
Data dari Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pertumbuhan unit rumah baru hanya sekitar 3-4% per tahun, sementara permintaan hunian meningkat lebih dari 6%.
| Tahun | Pasokan Rumah Baru (ribu unit) | Permintaan Hunian (ribu unit) |
|---|---|---|
| 2021 | 1,200 | 1,500 |
| 2022 | 1,250 | 1,620 |
| 2023 | 1,300 | 1,750 |
Mengapa Gen Z Tertarik
- Harga rumah second biasanya 15-30% lebih rendah dibandingkan rumah baru.
- Lokasi strategis yang dekat dengan pusat transportasi dan fasilitas umum.
- Proses pembelian yang lebih cepat dan persyaratan kredit yang lebih fleksibel.
- Kesadaran akan nilai investasi jangka panjang.
Faktor Penunjang Pertumbuhan
Beberapa faktor utama yang memperkuat pasar rumah second antara lain:
- Keterbatasan lahan baru: Kota‑kota besar mengalami kepadatan tinggi, menyulitkan pembangunan rumah baru.
- Kebijakan pemerintah: Insentif pajak dan program pembiayaan KPR khusus untuk properti second.
- Perubahan pola hidup: Generasi Z lebih mengutamakan fleksibilitas dan mobilitas, sehingga memilih properti yang siap huni.
- Teknologi digital: Platform jual‑beli properti online mempermudah pencarian dan transaksi rumah second.
Strategi Memasuki Pasar Bagi Gen Z
Untuk memanfaatkan peluang ini, generasi Z dapat mengikuti langkah‑langkah berikut:
- Riset lokasi dengan potensi pertumbuhan nilai properti.
- Manfaatkan layanan broker atau platform digital yang menyediakan data historis harga.
- Ajukan KPR dengan tenor yang sesuai kemampuan finansial, memperhatikan suku bunga yang kompetitif.
- Lakukan inspeksi menyeluruh terhadap kondisi bangunan dan dokumen legalitas.
- Pertimbangkan renovasi ringan untuk meningkatkan nilai jual kembali.
Dengan kombinasi harga yang lebih terjangkau, lokasi yang strategis, dan dukungan kebijakan, rumah second menjadi alternatif menarik bagi generasi Z yang ingin mulai berinvestasi di pasar properti. Jika dikelola dengan cermat, properti second tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga dapat menjadi aset yang menghasilkan nilai tambah di masa depan.