Setapak Langkah – 20 Mei 2026 | Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada beberapa tahun terakhir menunjukkan angka yang relatif stabil, bahkan terkadang melampaui target pemerintah. Namun, fenomena ini belum berhasil meningkatkan jumlah lapangan kerja secara signifikan, sehingga tingkat pengangguran tetap tinggi.
Faktor Kebijakan yang Masih Dominan Konsumtif
Penyebab Utama Tidak Turunnya Pengangguran
- Kebijakan fiskal konsumtif: Peningkatan belanja publik yang terfokus pada program konsumsi akhir konsumen.
- Rendahnya investasi swasta: Ketidakpastian regulasi dan iklim usaha yang belum kondusif menurunkan minat investasi.
- Kesenjangan keterampilan: Tenaga kerja yang tersedia belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri modern.
- Dominasi sektor informal: Sebagian besar tenaga kerja berada di sektor informal yang tidak tercatat dalam data resmi.
Data Pertumbuhan vs Penyerapan Tenaga Kerja
| Tahun | Pertumbuhan PDB (%) | Penyerapan Tenaga Kerja (ribuan) |
|---|---|---|
| 2021 | 4,5 | 120 |
| 2022 | 5,1 | 95 |
| 2023 | 5,0 | 78 |
Data di atas menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan PDB berada di atas 5 %, penyerapan tenaga kerja justru menurun, mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara pertumbuhan output dan penciptaan lapangan kerja.
Rekomendasi Ekonom untuk Meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja
- Mendorong investasi sektor swasta dengan memberikan insentif fiskal dan kepastian hukum.
- Memperkuat program pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri.
- Mengembangkan kebijakan industri yang menekankan pada manufaktur berteknologi tinggi.
- Meningkatkan akses pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang berpotensi menciptakan lapangan kerja.
Dengan mengalihkan fokus kebijakan dari konsumsi semata ke peningkatan kapasitas produksi dan investasi, diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat bertransformasi menjadi motor penciptaan lapangan kerja yang lebih efektif.