histats

GPCI Ungkap Sembilan WNI di Misi Kemanusiaan GSF 2.0 Disergap Tentara Israel

GPCI Ungkap Sembilan WNI di Misi Kemanusiaan GSF 2.0 Disergap Tentara Israel

Setapak Langkah – 19 Mei 2026 | Jakarta, 19 Mei 2026 – Gerakan Persatuan Cinta Indonesia (GPCI) hari ini mengonfirmasi bahwa sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 mengalami penyergapan oleh pasukan militer Israel di perairan Mediterania. Penyergapan tersebut terjadi pada tanggal 16 Mei 2026, ketika kapal relawan GSF 2.0 sedang melintasi zona maritim yang dipersulit oleh operasi militer Israel.

GSF 2.0 merupakan inisiatif internasional yang bertujuan mengirim bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza yang terdampak konflik berkepanjangan. Tim relawan yang beranggotakan aktivis, tenaga medis, serta tenaga logistik dari berbagai negara, termasuk Indonesia, berencana menurunkan bantuan medis, makanan, dan perlengkapan darurat.

Berikut rangkaian kronologis singkat peristiwa tersebut:

Tanggal Kejadian
14 Mei 2026 GSF 2.0 berangkat dari pelabuhan Yunani dengan 150 anggota kru, termasuk 9 WNI.
15 Mei 2026 Kapal memasuki zona laut Mediterania yang dipantau ketat oleh Angkatan Laut Israel.
16 Mei 2026, pukul 09.30 WIB Pasukan Israel menghentikan dan menahan kapal GSF 2.0, menyita dokumen serta memeriksa isi kapal.
16 Mei 2026, sore hari Sembilan WNI dipindahkan ke fasilitas penahanan sementara, sementara anggota kru lainnya dibebaskan.

Pihak GPCI telah menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tel Aviv serta Kementerian Luar Negeri untuk menuntut pembebasan segera bagi WNI yang ditahan. KBRI menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan berjanji akan memberikan bantuan hukum serta diplomatik kepada warga negara Indonesia yang bersangkutan.

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan komitmen untuk melindungi warganya di luar negeri. Menteri Luar Negeri menyatakan bahwa Indonesia akan menempuh semua jalur diplomatik yang diperlukan, termasuk mengajukan protes resmi kepada pemerintah Israel dan mengupayakan intervensi melalui badan internasional.

Insiden ini menambah ketegangan dalam hubungan Indonesia‑Israel, terutama terkait isu bantuan kemanusiaan di wilayah konflik. Para pengamat politik menilai bahwa peristiwa ini dapat memicu diskusi lebih luas tentang peran Indonesia dalam misi kemanusiaan di zona perang serta perlunya mekanisme perlindungan yang lebih kuat bagi relawan internasional.

GPCI mengimbau masyarakat internasional untuk menekan Israel agar menghormati hak asasi manusia dan memberikan akses bebas bagi bantuan kemanusiaan ke Gaza. Organisasi tersebut juga menyerukan agar warga negara Indonesia yang terlibat dalam misi kemanusiaan memperoleh perlindungan konsuler yang memadai.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *