Setapak Langkah – 02 Mei 2026 | Seorang pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, menekankan pentingnya peran Indonesia sebagai penggerak utama dalam memperkuat agenda kerja sama antara Asia dan Eropa. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan Indonesia dapat menjadi fondasi yang solid untuk menjembatani kepentingan ekonomi, politik, dan budaya kedua wilayah.
Rezasyah menilai bahwa Indonesia berada pada posisi strategis, baik secara geografis maupun demografis, yang memungkinkan negara ini menjadi jembatan perdagangan dan investasi. Ia mengingatkan bahwa kerja sama yang berkelanjutan harus berlandaskan pada prinsip saling menguntungkan, transparansi serta penghormatan terhadap standar internasional.
Beberapa langkah strategis yang diusulkan antara lain:
- Mengoptimalkan peran ASEAN sebagai platform dialog antara negara‑negara Asia dan Uni Eropa.
- Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui program pertukaran akademik dan pelatihan profesional.
- Mendorong harmonisasi regulasi perdagangan, khususnya dalam sektor energi terbarukan, teknologi informasi, dan manufaktur berkelanjutan.
- Memfasilitasi dialog antar pemangku kepentingan bisnis, lembaga keuangan, dan pemerintah untuk menciptakan kebijakan yang responsif.
Selain itu, Rezasyah menyoroti perlunya kebijakan luar negeri yang proaktif, termasuk partisipasi aktif dalam forum multilateral seperti G20, OECD, dan Forum Ekonomi Asia‑Eropa. Dengan mengintegrasikan agenda kebijakan domestik yang mendukung inovasi dan keberlanjutan, Indonesia dapat memperkuat posisi tawarnya dalam negosiasi internasional.
Ia menutup dengan harapan bahwa pemerintah, sektor swasta, dan akademisi dapat bersinergi untuk mengubah potensi menjadi realisasi konkret, menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai motor penggerak utama dalam memperdalam kerja sama Asia‑Eropa.