Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Serangkaian kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) terus menjadi sorotan publik. Fokus penyelidikan kini beralih ke perlintasan sebidang Jalan Ampera, di mana sebuah taksi listrik bermerek Green SM terlibat dalam insiden yang menimbulkan gangguan layanan kereta listrik (KRL) lintas Cikarang.
Tim kepolisian yang ditugaskan untuk menangani kasus ini melakukan pemeriksaan intensif terhadap sopir taksi listrik Green SM. Pemeriksaan meliputi verifikasi identitas, catatan perjalanan, serta kondisi kendaraan pada saat kejadian. Petugas juga mengumpulkan rekaman video pengawas (CCTV) di sekitar perlintasan untuk memastikan faktor manusia maupun teknis yang berkontribusi pada kecelakaan.
- Langkah-langkah yang diambil polisi:
- Pemeriksaan dokumen dan identitas sopir taksi listrik.
- Pengambilan sampel rekaman CCTV di area perlintasan.
- Analisis teknis kondisi kendaraan Green SM pada saat kejadian.
- Koordinasi dengan pihak operator kereta api untuk menilai dampak operasional.
- Potensi pelanggaran: Pelanggaran rambu lalu lintas, tidak mematuhi sinyal perlintasan, dan kemungkinan kelalaian dalam mengoperasikan kendaraan listrik.
Polisi juga menekankan pentingnya kepatuhan semua pengguna jalan, termasuk pengemudi kendaraan listrik, terhadap peraturan perlintasan. Diharapkan temuan investigasi ini dapat menjadi dasar bagi perbaikan infrastruktur dan penegakan hukum yang lebih tegas guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Selain itu, otoritas transportasi kota Jakarta dan sekitarnya berencana untuk meningkatkan sistem peringatan di perlintasan sebidang, termasuk pemasangan lampu peringatan otomatis dan sensor deteksi kendaraan. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan risiko konflik antara kendaraan bermotor dan kereta api, khususnya di area yang padat aktivitasnya.