Setapak Langkah – 01 Mei 2026 | Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Utara, Salman Mokoginta, menegaskan bahwa kekuatan industri perikanan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di provinsi ini. Ia menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja yang dihadiri perwakilan nelayan, pengusaha, dan akademisi pada Senin (10/04/2024).
- Modernisasi armada: lebih dari 200 kapal dilengkapi teknologi GPS dan mesin berdaya rendah.
- Peningkatan nilai tambah: pembangunan tiga pabrik pengolahan ikan dan udang di wilayah Bitung, Tomohon, dan Manado.
- Sertifikasi: 45% produk perikanan kini memiliki label halal dan standar HACCP.
Berikut ini rangkuman data produksi utama perikanan Sulawesi Utara dalam tiga tahun terakhir:
| Tahun | Produksi (ton) | Nilai Ekspor (US$ juta) |
|---|---|---|
| 2022 | 85,000 | 130 |
| 2023 | 96,000 | 140 |
| 2024 | 108,000 | 150 |
Salman Mokoginta menekankan bahwa keberlanjutan harus menjadi landasan setiap kebijakan. Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan teknik penangkapan ramah lingkungan dan manajemen usaha akan memperkuat daya saing produk lokal di pasar internasional.
Ke depan, DKP Sulut berencana memperluas zona ekonomi eksklusif (ZEE) untuk konservasi sumber daya laut, sekaligus mendorong kolaborasi dengan institusi riset untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar dan laut yang berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, industri perikanan di Sulawesi Utara diharapkan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan ramah lingkungan.