Setapak Langkah – 29 April 2026 | Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubukan melakukan inspeksi tak terduga ke pool taksi Xanh (Green SM) yang beroperasi di wilayah Bekasi. Langkah ini diambil setelah sebuah kecelakaan kereta yang menimpa jalur transportasi publik menimbulkan kekhawatiran mengenai keselamatan penumpang taksi di area tersebut.
Sidang inspeksi dimulai pada pagi hari, dengan tim yang dipimpin oleh Kepala Direktoran Jenderal Perhubungan Darat. Petugas memeriksa kondisi armada taksi, dokumen izin operasional, serta prosedur keselamatan yang diterapkan oleh perusahaan.
Hasil temuan awal menunjukkan bahwa sebagian besar taksi memenuhi standar teknis, namun terdapat beberapa kendaraan yang belum melakukan perawatan rutin pada sistem rem dan lampu. Selain itu, tim menemukan bahwa beberapa driver belum memiliki sertifikat pelatihan keselamatan yang terbaru.
- Jumlah armada yang diperiksa: 45 unit
- Armada yang belum memenuhi standar: 7 unit
- Driver yang belum memiliki sertifikat terbaru: 12 orang
Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa temuan ini akan menjadi dasar bagi langkah perbaikan. Perusahaan taksi Green SM diminta menindaklanjuti temuan dengan memperbaiki kendaraan yang kurang layak dan mengadakan pelatihan ulang bagi driver dalam waktu 14 hari.
Pejabat Kemenhub menambahkan bahwa sidak serupa dapat dilakukan di wilayah lain bila diperlukan, sebagai upaya menjaga keamanan transportasi publik pasca insiden kecelakaan kereta. Pemerintah menekankan pentingnya koordinasi antara operator transportasi darat dan kereta api untuk meminimalisir risiko di masa depan.