Setapak Langkah – 29 April 2026 | Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera menanggapi laporan penyanderaan dua warga asal provinsi tersebut yang terjadi pada 21 April 2026. Kedua korban, yang bernama Ashari dan Siti Nurhaliza, diperkirakan berada di atas kapal penangkapan ikan yang diserang oleh sekelompok perompak asal Somalia di perairan lepas pantai Afrika Timur.
Setelah menerima kabar, Badan Koordinasi Pemerintah Provinsi (BKPP) membentuk tim gawat darurat yang terdiri atas pejabat Dinas Luar Negeri, Dinas Kesehatan, serta Unit Penanggulangan Bencana. Tim tersebut berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Nairobi untuk menyiapkan prosedur konsuler dan mediasi dengan pihak berwenang Somalia.
Berikut langkah‑langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan:
- Mengumpulkan data lengkap korban, termasuk identitas, riwayat medis, dan kebutuhan psikologis.
- Menyiapkan paket bantuan darurat yang mencakup dana tunai, perlengkapan medis, dan tim konsuler.
- Menjalin komunikasi intensif dengan otoritas maritim Somalia melalui jalur diplomatik Indonesia.
- Mengaktifkan jaringan alumni dan komunitas diaspora Sulawesi Selatan di luar negeri untuk mendukung upaya pembebasan.
- Menyusun rencana evakuasi medis pasca‑pembebasan, termasuk transportasi kembali ke Indonesia.
Pihak kepolisian dan Badan Keamanan Laut Indonesia (Bakamla) juga dilibatkan untuk melacak lokasi kapal korban serta mengidentifikasi jaringan perompak yang terlibat. Pemerintah provinsi menegaskan bahwa seluruh upaya akan diarahkan pada keselamatan dan pemulihan korban secepat mungkin.
Selain bantuan material, keluarga korban diberikan pendampingan psikologis dan informasi terkini mengenai proses negosiasi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan moral serta menghindari penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.
Kejadian ini menambah perhatian terhadap keamanan pelayaran Indonesia di jalur internasional, khususnya bagi nelayan dan pekerja maritim yang beroperasi di perairan rawan. Pemerintah daerah menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mencegah insiden serupa di masa depan.