Setapak Langkah – 29 April 2026 | Dua warga asal Sulawesi Selatan dilaporkan menjadi sandera perompak yang beroperasi di perairan lepas pantai Somalia. Kedua korban, yang sedang berada di atas kapal nelayan yang melintasi Samudra Hindia, ditangkap pada awal pekan ini setelah kapal mereka diserang oleh sekelompok perompak bersenjata.
Begitu kabar penyanderaan sampai ke kantor Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pihak pemprov langsung mengaktifkan jaringan darurat. Koordinator Tim Krisis Provinsi, bersama jajaran Bupati dan Gubernur, mengadakan rapat koordinasi darurat untuk menyusun langkah penanggulangan.
- Menghubungi Kementerian Luar Negeri untuk mengaktifkan jalur diplomatik dengan Kedutaan Besar Indonesia di Kenya, negara yang paling dekat dengan zona kejadian.
- Mengirim delegasi ke kantor perwakilan pemerintah di wilayah Jabodetabek guna mengkoordinasikan bantuan logistik dan medis bagi keluarga korban.
- Berkoordinasi dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) serta TNI Angkatan Laut untuk memantau pergerakan kapal perompak di kawasan tersebut.
- Menyiapkan tim negosiasi yang melibatkan aparat keamanan dan ahli hukum internasional untuk mempercepat proses pembebasan.
Perompak Somalia telah lama menjadi ancaman bagi pelayaran internasional, terutama di Selat Bab al-Mandab dan perairan lepas pantai Afrika Timur. Pemerintah Indonesia secara rutin melakukan dialog dengan negara-negara di wilayah tersebut untuk menindaklanjuti upaya pencegahan dan penanggulangan aksi pembajakan.
Saat ini, proses negosiasi masih berlangsung. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memberikan informasi terkini kepada keluarga korban dan menegaskan komitmen penuh dalam upaya menyelamatkan warga Indonesia yang tertahan. Diharapkan melalui kerja sama lintas lembaga dan dukungan diplomatik, kedua sandera dapat segera dibebaskan dan kembali ke tanah air.