Setapak Langkah – 28 April 2026 | Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengonfirmasi bahwa masih terdapat enam hingga tujuh penumpang yang terperangkap di dalam gerbong kereta listrik (KRL) pada sebuah insiden yang terjadi baru-baru ini. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran publik terkait keselamatan dan keandalan layanan transportasi kereta api di wilayah perkotaan.
Berikut rangkaian langkah yang telah diambil KAI untuk menangani situasi ini:
- Tim respons cepat KAI dikerahkan ke lokasi segera setelah laporan masuk.
- Penggunaan peralatan darurat, termasuk pemotong pintu dan alat angkat, untuk membuka pintu gerbong yang macet.
- Koordinasi dengan pihak keamanan dan layanan kesehatan untuk memastikan keselamatan penumpang.
- Penanganan medis bagi penumpang yang mengalami luka ringan atau kelelahan.
- Penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab kegagalan sistem pada gerbong terkait.
Hingga saat ini, semua penumpang yang terjebak telah berhasil dievakuasi dengan selamat. Namun, KAI menyatakan bahwa investigasi teknis masih berlangsung untuk memastikan tidak ada kerusakan tersembunyi yang dapat memengaruhi operasi kereta selanjutnya.
Dalam upaya meningkatkan kepercayaan publik, Bobby Rasyidin menekankan pentingnya transparansi dan perbaikan berkelanjutan pada infrastruktur serta prosedur darurat KAI. Ia juga mengajak penumpang untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi.
Insiden ini menyoroti perlunya evaluasi rutin pada sistem keamanan kereta api, terutama pada mekanisme pintu otomatis yang menjadi titik kritis dalam situasi darurat. KAI berjanji akan mempercepat perbaikan dan meningkatkan pelatihan bagi personel operasional demi mencegah terulangnya kejadian serupa.