Setapak Langkah – 22 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan rencana strategis untuk mengirimkan generasi muda terbaik Indonesia guna mengikuti pelatihan kosmonot yang diselenggarakan oleh Rusia. Pengumuman ini disampaikan setelah pertemuan bilateral antara Prabowo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang membahas kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa.
Program pelatihan kosmonot Rusia diperkirakan berlangsung selama enam bulan dan mencakup berbagai modul, antara lain ilmu fisika ruang, teknik penerbangan, serta prosedur keselamatan di luar angkasa. Para peserta nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan simulasi penerbangan, pelatihan fisik intensif, serta kunjungan ke fasilitas peluncuran roket di Roscosmos.
- Target peserta: siswa, mahasiswa, atau profesional muda yang menunjukkan prestasi akademik dan kepemimpinan unggul di bidang sains, teknologi, teknik, atau matematika (STEM).
- Kriteria seleksi: nilai akademik tinggi, pengalaman penelitian, kemampuan bahasa asing (Inggris atau Rusia), serta komitmen untuk mengabdi pada pengembangan teknologi antariksa Indonesia.
- Jadwal seleksi: dibuka pada kuartal pertama 2025 dengan proses seleksi tertulis, wawancara, dan tes kesehatan.
Jika terpilih, para kandidat akan menjadi duta ilmu pengetahuan Indonesia di panggung internasional, sekaligus membawa pengetahuan dan teknologi terbaru kembali ke tanah air. Pemerintah berencana memanfaatkan pengalaman ini untuk mempercepat program antariksa nasional, termasuk pengembangan satelit mikro dan persiapan misi luar angkasa berawak pertama Indonesia.
Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Rusia, khususnya dalam bidang riset antariksa, transfer teknologi, serta peluang kerja sama industri luar angkasa. Selain manfaat ilmiah, program ini diyakini dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk lebih tertarik pada karier di bidang STEM.
Dengan dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Riset dan Teknologi, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pemerintah menargetkan bahwa lulusan program ini akan berperan aktif dalam proyek-proyek nasional, seperti pengembangan satelit komunikasi, sistem navigasi, dan pemantauan bencana alam.