Setapak Langkah – 22 April 2026 | Setiap tanggal 21 April, Indonesia memperingati Hari Kartini, sebuah momentum untuk meninjau kembali kontribusi dan perjuangan perempuan dalam berbagai bidang. Di tengah dinamika sosial‑ekonomi saat ini, dua tokoh perempuan dari Kota Tangerang Selatan, Banten, menonjol sebagai contoh nyata upaya pemberdayaan perempuan: Tini Indrayanthi Benyamin dan Truetami Ajeng.
Visi dan Misi Kedua Pilar
Tini Indrayanthi Benyamin, seorang pengusaha muda yang telah menggeluti industri teknologi pendidikan, menekankan pentingnya akses ilmu pengetahuan bagi perempuan di segala usia. Ia mendirikan sebuah platform pembelajaran daring yang menargetkan pelajar perempuan di daerah pinggiran kota, dengan kurikulum yang mengintegrasikan keterampilan digital, kepemimpinan, dan literasi keuangan.
Truetami Ajeng, di sisi lain, berfokus pada pengembangan usaha mikro yang dikelola perempuan. Melalui jaringan koperasi lokal, ia menyediakan pelatihan pembuatan produk kreatif, pendampingan pemasaran, serta akses permodalan mikro. Kedua inisiatif ini saling melengkapi; satu meningkatkan kapasitas intelektual, sementara yang lain memperkuat kemandirian ekonomi.
Langkah-Langkah Konkret yang Dilakukan
- Program Mentoring: Setiap bulan, Tini mengorganisir sesi mentoring daring yang melibatkan alumni universitas terkemuka, memberi kesempatan bagi peserta untuk belajar langsung dari para profesional.
- Workshop Keterampilan: Truetami menyelenggarakan lokakarya pembuatan kerajinan tangan dan kuliner tradisional, yang dipadukan dengan strategi penjualan online.
- Skema Pendanaan Mikro: Kedua pemimpin ini bekerja sama dengan bank daerah untuk menyediakan kredit tanpa agunan bagi perempuan yang telah menyelesaikan pelatihan.
- Pameran Produk: Setiap triwulan, produk-produk yang dihasilkan oleh peserta program dipamerkan di pusat perbelanjaan lokal, meningkatkan eksposur pasar.
Dampak yang Terlihat
Sejak peluncuran program pada awal tahun 2023, lebih dari 1.200 perempuan telah mengikuti pelatihan Tini, dengan tingkat kelulusan mencapai 85 %. Dari kelompok ini, 60 % melaporkan peningkatan nilai akademik dan kemampuan teknologi. Sementara itu, jaringan koperasi Truetami telah membantu sekitar 800 perempuan menghasilkan pendapatan tambahan rata‑rata Rp1,5 juta per bulan.
Data internal menunjukkan bahwa perempuan yang terlibat dalam kedua program mengalami peningkatan rasa percaya diri dan partisipasi dalam keputusan keluarga serta komunitas. Hal ini sejalan dengan tujuan Hari Kartini yang tidak hanya menghormati sosok Raden Ajeng Kartini, tetapi juga memajukan nilai‑nilai kebebasan dan kemandirian bagi generasi perempuan kini.
Harapan ke Depan
Kedua tokoh ini menargetkan ekspansi program ke wilayah lain di Provinsi Banten dan bahkan Jawa Barat, dengan harapan dapat menciptakan jaringan nasional yang mendukung perempuan cerdas dan mandiri. Mereka mengajak pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat luas untuk berkolaborasi, menjadikan Hari Kartini bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan titik tolak perubahan berkelanjutan.