Setapak Langkah – 15 April 2026 | Pemerintah Indonesia terus menggulirkan Program Pangan Nasional untuk menjamin ketersediaan bahan makanan pokok bagi seluruh rakyat. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Polri diberikan peran penting dalam menjaga keamanan distribusi, mengawasi transportasi, serta menanggulangi potensi konflik di wilayah produksi dan distribusi.
Berbagai lembaga survei kemudian diminta menilai kinerja Polri dalam program ini. Hasil survei menunjukkan bahwa 53,4 persen responden menilai kinerja kepolisian “baik” atau “sangat baik”. Namun, hampir setengahnya lagi menilai kinerja tersebut masih “kurang memuaskan” atau “buruk”, menandakan adanya perbedaan persepsi yang signifikan.
| Penilaian | Persentase |
|---|---|
| Baik / Sangat Baik | 53,4 % |
| Kurang Memuaskan | 31,2 % |
| Buruk | 15,4 % |
Beberapa faktor yang menjadi sorotan positif antara lain:
- Polri berhasil menekan tindakan pencurian hasil panen di daerah rawan konflik.
- Pengamanan jalur distribusi utama menurunkan tingkat kerusakan barang pangan selama transportasi.
- Koordinasi lintas sektor antara Polri, Kementerian Pertanian, dan Badan Keamanan Pangan meningkatkan respons cepat terhadap insiden.
Sementara itu, kritik yang muncul meliputi:
- Anggota kepolisian yang ditempatkan di daerah pertanian seringkali kurang memahami konteks agraria, menyebabkan tindakan yang dianggap berlebihan.
- Beberapa wilayah melaporkan keterbatasan sumber daya, sehingga pengamanan tidak merata.
- Keluhan masyarakat terkait intervensi polisi yang mengganggu aktivitas pasar tradisional.
Analisis para pakar menilai bahwa meskipun peran Polri memberikan kontribusi signifikan terhadap kelancaran program pangan, keberhasilan jangka panjang tetap memerlukan penyesuaian strategi, pelatihan khusus bagi personel yang beroperasi di sektor pertanian, serta peningkatan transparansi dalam penilaian kinerja.
Ke depan, pemerintah berjanji akan meninjau kembali mekanisme pengawasan dan mengoptimalkan alokasi sumber daya, agar peran Polri dapat lebih selaras dengan kebutuhan petani, pedagang, dan konsumen.