Setapak Langkah – 15 April 2026 | Jepang baru-baru ini menyerukan denuklirisasi total terhadap Pyongyang dalam laporan kebijakan luar negeri tahunan, menimbulkan kecaman keras dari pemerintah Korea Utara. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Jepang berkomitmen mendukung upaya internasional untuk menghapuskan program nuklir Korea Utara.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri Korea Utara melalui juru bicaranya menuduh Jepang melakukan provokasi dan menyebarkan informasi yang menyesatkan. Pihak Pyongyang menilai seruan denuklirisasi sebagai bentuk “imperialisme” yang bertujuan memarginalkan kedaulatan negara tersebut.
Dalam respons resmi, Korea Utara menyatakan akan “menindaklanjuti dengan tindakan yang tepat” apabila Jepang terus melancarkan kampanye anti-nuklir yang dianggapnya mengancam keamanan regional. Pemerintah Pyongyang menegaskan bahwa program nuklirnya merupakan penangkal terhadap ancaman eksternal, termasuk kebijakan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.
- Jepang: Mengajak komunitas internasional untuk menuntut denuklirisasi total Korea Utara.
- Korea Utara: Menyebut Jepang sebagai provokator dan memperingatkan kemungkinan tindakan balasan.
- Latar belakang: Ketegangan yang berkelanjutan di Semenanjung Korea, termasuk sanksi internasional dan latihan militer bersama AS‑Jepang.
Ketegangan ini menambah daftar perselisihan diplomatik antara kedua negara, yang juga dipengaruhi oleh dinamika geopolitik di kawasan Asia Timur. Sementara Jepang menegaskan komitmen pada keamanan regional melalui dialog multilateral, Korea Utara tetap menolak tekanan eksternal dan menegaskan haknya untuk mempertahankan kemampuan pertahanan strategis.