Setapak Langkah – 14 April 2026 | Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad, menegaskan penolakan Iran terhadap upaya Amerika Serikat (AS) yang ingin berperan dalam pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan delegasi diplomatik Iran.
Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, merupakan jalur penting bagi transportasi minyak dunia. Sekitar seperempat produksi minyak global melewati selat ini setiap harinya, menjadikannya titik strategis bagi kepentingan energi internasional.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan oleh Wakil Ketua Parlemen:
- AS tidak memiliki hak untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
- Iran menolak segala bentuk intervensi yang dapat merusak stabilitas kawasan.
- Pengaturan lalu lintas akan tetap dilakukan melalui koordinasi antara negara‑negara Teluk Persia.
Penolakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Tehran dan Washington, terutama setelah sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh AS terhadap Iran. Pengamat menilai bahwa sikap keras Iran dapat memperkuat posisi negara tersebut dalam negosiasi internasional, namun juga berpotensi menambah ketegangan dengan negara‑negara Barat.
Ke depan, Iran mengharapkan dialog konstruktif dengan sekutu regional untuk memastikan kelancaran perdagangan minyak tanpa harus melibatkan intervensi asing.