Setapak Langkah – 14 April 2026 | GAPMMI mengungkap bahwa kenaikan harga bahan baku plastik pada awal tahun 2024 memicu peningkatan biaya produksi bagi produsen makanan dan minuman (MAMIN) di seluruh Indonesia.
Ketua Umum GAPMMI, Adhi S. Lukman, menjelaskan bahwa harga resin polyethylene terephthalate (PET) dan polypropylene (PP) masing-masing melonjak 12% dan 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini memaksa produsen menyesuaikan harga jual produk akhir untuk mempertahankan margin keuntungan.
| Bahan Plastik | Kenaikan Harga (%) | Pengaruh pada Harga Produk |
|---|---|---|
| PET (botol minuman) | 12 | +3‑5% pada harga minuman kaleng dan botol |
| PP (kemasan makanan) | 9 | +2‑4% pada harga makanan siap saji |
Beberapa perusahaan makanan dan minuman terkemuka telah mengumumkan penyesuaian harga pada produk unggulan mereka, termasuk minuman ringan, susu, dan makanan olahan. Penyesuaian tersebut diperkirakan berdampak pada inflasi makanan yang diproyeksikan naik 0,3 poin persentase pada kuartal berikutnya.
Selain faktor bahan plastik, GAPMMI juga mencatat bahwa kenaikan biaya energi, transportasi, dan upah pekerja turut menambah tekanan pada biaya produksi. Kombinasi faktor-faktor ini menimbulkan tantangan bagi produsen, terutama yang beroperasi dengan margin tipis.
GAPMMI menyerukan kepada pemerintah untuk mempertimbangkan kebijakan stabilisasi harga bahan baku, seperti penetapan tarif impor yang lebih fleksibel atau subsidi sementara bagi produsen kecil. Sementara itu, konsumen diimbau untuk lebih selektif dalam memilih produk dan memanfaatkan promosi yang tersedia.