Setapak Langkah – 14 April 2026 | Gubernur dan Walikota Padang bersama tim teknis kota mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) agar secara resmi mengangkat isu revitalisasi Sungai Batang Arau ke agenda nasional. Permohonan ini muncul setelah hasil kajian teknis yang disusun oleh tim ahli asal Jerman menunjukkan bahwa penataan dan pembersihan sungai dapat meningkatkan kualitas lingkungan, mengurangi banjir, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Meski sudah tersedia dokumen perencanaan yang komprehensif, pelaksanaan proyek belum memasuki tahap implementasi. Kendala utama meliputi kebutuhan pendanaan besar, koordinasi lintas sektor, serta dukungan kebijakan yang belum terstruktur.
Berikut beberapa poin utama yang diharapkan tercapai bila proyek revitalisasi dijalankan:
- Peningkatan kapasitas drainase untuk mengurangi risiko banjir selama musim hujan.
- Pembenahan ekosistem sungai yang dapat mengembalikan keanekaragaman hayati air tawar.
- Penciptaan ruang terbuka hijau di sepanjang tepian sungai, sekaligus mengembangkan area rekreasi bagi warga.
- Peningkatan nilai properti dan peluang usaha di wilayah pinggir sungai.
Pemko Padang menekankan bahwa dukungan Kemenlu diperlukan untuk mengakses dana internasional, mengundang mitra teknis, serta memperkuat posisi negosiasi dengan lembaga donor. Dengan mengangkat isu ini ke tingkat kementerian, diharapkan proses pengesahan anggaran dan pelibatan pihak terkait dapat dipercepat.
Selain itu, pemerintah daerah berencana melakukan serangkaian langkah persiapan, antara lain menyusun dokumen lingkungan hidup (AMDAL), mengadakan pertemuan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, serta melibatkan komunitas lokal dalam program pembersihan awal. Semua upaya ini diharapkan dapat memperkuat argumen saat mengajukan proposal kepada Kemenlu.
Jika dukungan terwujud, revitalisasi Batang Arau tidak hanya akan menjadi contoh sukses pengelolaan sumber daya air di Sumatera Barat, tetapi juga dapat menjadi model bagi kota-kota lain yang menghadapi masalah serupa.