Sam Poo Kong, Sejarah dan Daya Tarik Wisata Religi di Semarang

sam poo kong semarang

Semarang dikenal sebagai Kota Jamu karena banyak perusahaan jamu yang berdiri di Semarang. Jamu khas Semarang yang cukup popular yakni Jamu Cap Nyonya Meneer, Jamu Borobudur, Jamu Jago, dan sebagainya. Selain jamu, Semarang juga dikenal memiliki beragam wisata edukasi.

Sebut saja Kelenteng Sam Poo Kong, destinasi wisata religi yang cukup hits di Semarang. Selain Kelenteng, ada juga destinasi wisata religi yang bisa kita temukan di Semarang seperti Gereja Blenduk, Masjid Agung Jawa Tengah, Vihara Buddhagaya dan lainnya.

Kelenteng Sam Poo Kong ini mulai marak dikunjungi pada awal tahun 2022. Kebanyakan wisatawan yang datang ke sana merupakan wisatawan asing. Tapi ada pula wisatawan lokal yang tidak mau ketinggalan untuk berpose dengan latar Kelenteng Sam Poo Kong yang menawan.

Semarang memang tidak ada habis-habisnya menarik perhatian para wisatawan. Asal muasal diberi nama Semarang lantaran dulunya kawasan ini merupakan kawasan yang subur dari pada wilayah di sekitarnya. Kesuburan Semarang berhasil menumbuhkan berbagai jenis pohon asam yang arang sehingga diberi nama Semarang.

Sampai saat ini, Semarang identik dengan deretan bangunannya yang bergaya Belanda. Bahkan beberapa wisatawan yang datang ke Malang menyebutnya sebagai Little Netherland. Maka dari itu, banyak wisatawan yang tidak mau ketinggalan untuk melakukan liburan di kota ini. Ketika liburan di Semarang, wisatawan wajib banget datang ke Kelenteng Sam Poo Kong.

Sejarah Singkat Kelenteng Sam Poo Kong

Kelenteng Sam Poo Kong ini cukup berpengaruh dalam perjalanan sejarah Islam. Hal tersebut dibuktikan dalam bekas petilasan yang bertuliskan “marilah kita mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al-Qur’an”.

Sejarah Kelenteng Sam Poo Kong ini tidak lepas dari seorang Laksamana Tiongkok bernama Cheng Ho. Meskipun berasal dari Tionghoa, Cheng Ho memiliki agama islam. Laksamana tersebut melakukan pelayaran ke Indonesia tetapi diterpa ombak yang cukup besar sehingga terdampar di Simongan yang merupakan lokasi Klenteng Sam Poo Kong.

Pada saat itu, daerah tersebut identik dihuni oleh masyarakat Tionghoa. Sehingga Cheng Ho mendirikan rumah ibadah guna menghormati masyarakat Tionghoa. Tetapi Cheng Ho juga ingin agar rumah ibadah tersebut bisa digunakan oleh masyarakat umat muslim.

Wisata Menarik Lainnya :  Masjid Agung Kauman Semarang, Masjid Tertua Dengan Arsitek Belanda

Dulunya, tempat ibadah tersebut diberi nama Gedung Batu karena bangunannya yang menyerupai goa. Lalu seiring berjalannya waktu, gedung tersebut terus mendapatkan renovasi hingga sampai saat ini bangunannya cukup rapi dengan khas bangunan Tionghoa.

Karena memiliki desain khas bangunan yang biasa kita temukan di China, masyarakat menyebutnya sebagai klenteng.

Daya Tarik Kelenteng Sam Poo Kong

2021 07 14
Foto via Googlemaps/Bobby Vlog

Hal pertama kali yang wisatawan lakukan ketika melakukan liburan di Kelenteng Sam Poo Kong ini yakni berburu spot foto. Ada banyak sudut instagramable yang bisa kita potret di sana.

Kelenteng Sam Poo Kong sendiri terbagi ke dalam beberapa area. Hal pertama yang akan menyambut wisatawan yakni Kelenteng Dewa Bumi. Di sana wisatawan akan melihat sebuah patung Dewa Bumi yakni sosok Hok Tek Cing Sien yang diteladani karena kebijaksanaannya.

Lalu ada juga Kelenteng Mbah Kyai Juru Mudi. Tempat ini merupakan makam bagi salah satu orang yang berpengaruh dalam kehidupan Cheng Ho yakni seorang armada pelayaran bernama Wang Jing Hong atau biasa disebut Kyai Juru Mudi.

Yang ketiga kita akan menemukan Kelenteng Sam Po Tay Dijen. Kelenteng yang satu ini biasa digunakan untuk ritual maupun ziarah para tokoh atau anak buah dari Cheng Ho.

Kelenteng keempat yaitu Kelenteng Kyai Jangkar. Dari namanya mungkin kita sudah mengira bahwa tempat ini digunakan sebagai ruang yang menyimpan jangkar yang menjadi lambang sebuah kapal. Bahkan, jangkar yang ada di dalam sana dipercaya sebagai alat untuk meningkatkan konsentrasi dalam bersemedi.

Dan yang terakhir yakni adanya Kelenteng Mbah Kyai Tumpeng Dua dan Kelenteng Curudik Bumi. Dulunya, kelenteng ini biasa digunakan oleh para pelaut serta masyarakat setempat untuk merayakan upacara syukuran. Saat ini, klenteng tersebut digunakan untuk menyimpan beberapa senjata yang seringkali dibawa oleh para pelaut khususnya pasukan Cheng Ho.

Bangunan lainnya yang bisa kita temukan di Kelenteng Sam Poo Kong ini yakni Gua Gedung Batu, Patung Zheng Ho, Rumah Arwah Ho Ping, Pohon Rantai, dan masih banyak lagi. Ada pula beberapa ornamen yang bisa kita temukan di Kelenteng Sam Poo Kong ini seperti gong, lonceng, alat perang, beduk, dan masih banyak lagi.

Berburu spot foto akan lebih menarik jika wisatawan menyewa baju adat China. Ada banyak ukuran baju adat China yang bisa kita temukan di sana. Biasanya wisatawan akan dikenakan tarif mulai dari Rp35.000 per jam untuk menyewa kostum tersebut.

Wisata Menarik Lainnya :  Serunya Liburan di Trans Studio Bandung

Di pelataran Kelenteng Sam Poo Kong ini wisatawan akan menemukan beberapa souvenir seperti batu giok, kipas kertas, gantungan kunci, sumpit, kaligrafi, dan lainnya. Bahkan ada pula beberapa makanan seperti dimsum, tahu mapo, kwetiau, dan masih banyak lagi. Untuk harga buah tangan yang ada di sana ditaksir mulai dari Rp 10.000.

Harga Tiket Kelenteng Sam Poo Kong

Meskipun berbentuk sebuah tempat ibadah, untuk masuk ke Kelenteng Sam Poo Kong ini wisatawan akan dikenakan tarif masuk. Tarif masuknya sendiri cukup beragam di mana ada perbedaan harga untuk wisatawan lokal dan wisatawan asing.

Bagi wisatawan lokal anak-anak akan dikenakan tarif sebesar Rp 8.000 per orang dan dewasa sebesar Rp 10.000 per orang. Sementara untuk wisatawan asing akan dikenakan tarif sebesar Rp 8.000 untuk anak-anak dan Rp 15.000 untuk dewasa.

Harga tiket yang ditawarkan terbilang murah mengingat fasilitasnya yang begitu lengkap. Wisatawan juga bisa melakukan reservasi untuk pembelian tiket dalam jumlah banyak dengan menghubungi nomor 02476431701.

Lokasi dan Jam Buka Kelenteng Sam Poo Kong

Lokasi Kelenteng Sam Poo Kong ini berada di Jalan Simongan No.129, Bongasari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Map klik disini.

Berdekatan dengan Tugu Muda atau sekitar 7 menit perjalanan. Wisatawan hanya perlu melewati Jalan Mgr Sugiyopranoto.

Kelenteng Sam Poo Ko ini beroperasi setiap hari di mana durasi waktu operasional pada hari Senin hingga Jumat mulai pukul 09:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB. Dan buka mulai pukul 09:00 WIB hingga pukul 20:00 WIB setiap hari Sabtu dan Minggu.

Penginapan Terdekat

Salah satu rekomendasi penginapan terdekat dari lokasi Kelenteng Sam Poo Kong yakni Hotel Grasia yang berada di Jalan Letnan Jenderal S. Parman No.29, Gajahmungkur, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Jarak tempuhnya dari lokasi Kelenteng Sam Poo Kong sekitar 5 menit perjalanan. Lalu untuk tarif penginapannya ditaksir mulai dari Rp 388.000 hingga Rp 928.000 per malam sesuai dengan jenis penginapan yang kita inginkan.

Wisatawan dari luar Semarang yang ingin bermalam di Semarang bisa banget mampir ke hotel tersebut.

Rate this post
Ibu Rumah Tangga yang memiliki hobi membaca serta menulis cerpen dan ulasan buku.
Avatar for Marlina Septiana
Ibu Rumah Tangga yang memiliki hobi membaca serta menulis cerpen dan ulasan buku.

Kota Lama Semarang, Cagar Budaya Hingga Wisata Edukasi Sejarah

Kota Lama Semarang juga sering disebut Outstadt atau Little Netherland oleh para wisatawan asing....

Masjid Agung Kauman Semarang, Masjid Tertua Dengan Arsitek Belanda

Liburan ke Semarang rasanya tidak akan cukup jika dihabiskan hanya dengan satu hari. Banyaknya...

Vihara Mahavira Graha Semarang, Singgahi Situs Religi Unik

Semarang kini menjadi salah satu kawasan paling diminati oleh para wisatawan yang tengah melakukan...