Pisang Planet, Nikmatnya Makanan Nyeleneh Semarang

Pisang Planet Semarang

Ketika melakukan wisata di Semarang, wisatawan juga akan disuguhkan oleh deratan tempat kuliner yang menyuguhkan aneka menu khas Semarang. Beberapa makanan yang cukup fenomenal di Semarang yaitu lumpia, lapis legit, tahu pong, tahu petis, hingga pisang plenet.

Pisang plenet atau lebih dikenal pisang planet merupakan makanan yang sedikit asing didengar. Lantaran di kota manapun tidak marak yang menjajakan kuliner serupa. Hanya di Semarang, wisatawan bisa menemukan makanan khas yang satu ini. Kuliner Semarang berupa plah pisang ini menjadi salah satu makanan yang banyak dicari untuk jadi oleh-oleh dari Semarang.

Sejarah Singkat Pisang Planet

Pisang Planet ini dibuat pertama kali oleh seseorang bernama Javar pada tahun 1952. Adanya pisang ini lantaran pada masa kepresidenan IRr. Soekarno, makanan yang hanya bisa ditemukan di Semarang berupa pisang goreng, tempe, singkong, tahu, dan juga umbi-umbian.

Karena Javar merasa bosan akan menunya yang itu-itu saja, terciptalah menu yang iya buat secara iseng. Menu tersebut kita kenal dengan nama pisang planet yang banyak diincar dan disukai oleh orang-orang.

Kelezatan Pisang Planet

Diberi nama pisang planet ini lantaran cara pengolahannya yang memakai cara diplenet atau dipipihkan. Pemipihan pada pisang tersebut dilakukan dengan sebuah alat yang bernama akrilik. Setelah selesai dipipihkan, pisang tersebut diberi toping seperti nanas, cokelat, gula halus, dan juga mentega.

2021 11 14
Foto via Googlemaps/Stfanus Andri

Pengolahan pisang diproses dengan cara pembakaran menggunakan tungku atau masyarakat Semarang menyebutnya dengan nama anglo tanah liat. Namun ada juga beberapa kedai yang menggunakan cara pembakaran secara modern. Tetapi soal rasa tetap memiliki kualitas yang sama.

Untuk jenis pisang yang digunakan yaitu pisang kapok. Hal tersebut lantaran pisang kapok ini memiliki tekstur yang tidak lembek alias mengkel. Pisang planet ini akan semakin menggiurkan ketika dinikmati kala masih panas. Lelehan cokelat maupun selainya benar-benar lumer dan akan membuat wisatawan ketagihan untuk mencicipinya.

Untuk harga pisang planet ini memiliki harga yang bervariatif mulai dari Rp 8.000 sesuai dengan jenis toping yang kita inginkan. Memiliki harga yang terjangkau ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi kuliner Semarang ini.

2019 07 27
Foto via Googlemaps/Tatya H.P

Beli Pisang Planet

Bagi wisatawan yang ingin mencicipi hidangan pisang plenet ini bisa datang ke salah satu kedai paling legend yaitu Pisang Plenet Pak Subandi yang berlokasi di Jalan Pemuda, Jalan Bangunharjo No.44, Pandansari, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Google maps.

Lokasinya berada dekat dengan Lawang Sewu sehingga bisa kita temukan dengan sangat mudah. Pisang Planet Pak Subandi ini beroperasi setiap hari di mana durasi waktu operasionalnya mulai dari pukul 14:00 WIB hingga pukul 23:00 WIB.

Biasanya pada pukul 21:00 WIB saja kita akan kehabisan. Untuk itu, kita harus menyempatkan waktu lebih awal jika ingin mendapatkannya.

Lokasi Warung Lainnya

Wisatawan juga bisa menemukan kedai Pisang Plenet ini di Jalan Gajahmada No.13, Kembangsari, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50135. Kedai ini bernama Pisang Plenet Pak Yuli yang lokasinya tidak jauh dari Kota Lama Semarang.

Kita juga bisa melakukan pembelian secara online melalui aplikasi delivery. Wisatawan yang ingin berburu kuliner lezat khas Semarang wajib banget mencoba Pisang Planet. Setelah mencobanya pasti kita akan menjadikan kuliner ini sebagai makanan favorit.

Avatar for Erisa Vindia
Erisa Vindia Suka dengan menulis terutama seputar travel dan kuliner. Dengan pengalaman serta hobi, saya berusaha menciptakan karya tulis terbaik untuk kamu baca.
Avatar for Erisa Vindia
Erisa Vindia Suka dengan menulis terutama seputar travel dan kuliner. Dengan pengalaman serta hobi, saya berusaha menciptakan karya tulis terbaik untuk kamu baca.
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments