Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Seorang guru mengaji yang dikenal di lingkungan Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik setelah secara berani menghentikan transaksi narkotika jenis sabu-sabu yang terjadi di depan anak‑anak yang sedang belajar mengaji di rumahnya.
Insiden terjadi pada sore hari, ketika sejumlah remaja yang diketahui sebagai penjual narkoba mencoba menyelesaikan jual‑beli sekitar 2,4 gram sabu di pekarangan rumah guru tersebut. Tanpa menunggu otoritas, guru itu meminta kedua belah pihak menghentikan transaksi dan melaporkannya ke pihak berwajib.
Setelah aksi tersebut terekam oleh salah satu orang tua santri dan dibagikan melalui media sosial, video tersebut menjadi viral dengan jutaan tampilan. Reaksi publik beragam, mulai dari pujian atas keberanian guru hingga kecemasan atas ancaman yang kemudian dialami keluarganya.
- Rumah guru diteror pada malam harinya oleh sekelompok orang tak dikenal yang mengancam akan membalas tindakan guru.
- Polisi setempat langsung melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka yang diduga terlibat dalam transaksi.
- Dalam proses pengamanan, aparat menemukan 2,4 gram sabu serta sejumlah bahan bukti lain.
- Guru mengaji dan keluarganya mendapatkan perlindungan sementara dari kepolisian.
Pihak kepolisian Deli Serdang menyatakan bahwa tindakan penghentian transaksi oleh warga merupakan contoh partisipasi aktif masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba. Penyidikan masih berjalan, dan para tersangka akan diproses sesuai dengan Undang‑Undang Narkotika.
Kasus ini menimbulkan perdebatan mengenai keamanan tempat ibadah dan pendidikan agama di tengah masyarakat. Beberapa tokoh agama menegaskan pentingnya peran tokoh agama sebagai pengawas moral, sementara pihak keamanan menekankan perlunya dukungan aparat agar warga tidak harus menanggung risiko pribadi.
Kejadian ini juga menyoroti pentingnya edukasi anti‑narkoba bagi anak‑anak dan remaja, khususnya di lingkungan belajar mengaji, yang sering menjadi tempat berkumpulnya generasi muda.