Setapak Langkah – 24 Agustus 2026 | KPK mengingatkan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam menegakkan integritas setelah terjadinya Online Talk (OTT) bersama Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Dalam pertemuan tersebut, KPK menekankan bahwa kampus harus memperkuat budaya antikorupsi dan menjaga mutu pendidikan nasional.
Acara OTT yang dihadiri oleh para akademisi, mahasiswa, dan pejabat KPK tersebut menyoroti tantangan korupsi yang masih merembet di lingkungan pendidikan tinggi. KPK menegaskan bahwa integritas bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan dan praktik konkret.
KPK menyampaikan beberapa langkah strategis yang dapat diterapkan oleh kampus, antara lain:
- Mengintegrasikan materi antikorupsi ke dalam kurikulum semua program studi.
- Mendirikan unit khusus atau pusat etika yang bertugas memantau dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran integritas.
- Menjalin kerja sama dengan lembaga antikorupsi untuk pelatihan dan penyuluhan bagi dosen serta mahasiswa.
- Memperketat mekanisme rekrutmen dan pengadaan barang serta jasa di lingkungan kampus.
- Mendorong budaya pelaporan anonim bagi pihak yang mengetahui tindakan korupsi.
Selain langkah-langkah tersebut, KPK mengajak seluruh civitas akademika untuk menegakkan nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap aktivitas akademik maupun administratif. Dengan menumbuhkan budaya integritas, kampus diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi lain serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.