Setapak Langkah – 24 Agustus 2026 | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengonfirmasi bahwa 13 desa di wilayahnya mengalami kondisi kekeringan yang semakin parah. Penyebab utama adalah curah hujan yang menurun drastis sejak awal tahun, sehingga sumber air bersih semakin berkurang dan mengancam aktivitas pertanian serta kebutuhan sehari-hari warga.
Daerah yang terdampak
Berikut adalah daftar desa yang dilaporkan mengalami kekurangan air, beserta status terkini dan upaya penanganan yang telah dilakukan:
| Desa | Status | Tindakan BPBD |
|---|---|---|
| Desa A | Kekurangan air bersih | Pengiriman truk tangki 5.000 liter |
| Desa B | Kekeringan lahan pertanian | Penyuluhan irigasi hemat air |
| Desa C | Terbatasnya sumur bor | Rehabilitasi sumur dan pompa |
| Desa D | Penurunan produksi tanaman | Distribusi benih tahan kering |
| Desa E | Kondisi kering ekstrem | Pemasangan tandon air komunitas |
| Desa F | Gangguan pasokan air | Koordinasi dengan PDAM setempat |
| Desa G | Kurang air ternak | Penyediaan air minum ternak darurat |
| Desa H | Kerusakan jaringan irigasi | Perbaikan saluran irigasi utama |
| Desa I | Penurunan kualitas air | Pengujian laboratorium dan filtrasi |
| Desa J | Terbatasnya sumber mata air | Penggalian sumur baru |
| Desa K | Kekurangan air bersih | Distribusi botol air 19 liter |
| Desa L | Pengeringan kolam ikan | Bantuan pakan ikan dan air |
| Desa M | Gangguan pasokan listrik pompa | Pemasangan panel surya cadangan |
Upaya mitigasi dan rekomendasi
- Pengiriman truk tangki dan penempatan tandon air di titik-titik strategis desa.
- Pelatihan penggunaan teknik irigasi tetes dan pemupukan yang mengurangi kebutuhan air.
- Peningkatan kapasitas sumur bor serta perbaikan jaringan distribusi air.
- Penyuluhan kepada warga tentang pentingnya konservasi air di rumah tangga.
- Koordinasi lintas sektoral antara BPBD, Dinas Pertanian, dan PDAM untuk penanggulangan berkelanjutan.
BPBD menekankan bahwa kondisi kekeringan ini bersifat sementara, namun memerlukan respon cepat agar tidak berujung pada kerusakan ekonomi pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau perkembangan curah hujan dan memperkuat infrastruktur air bersih untuk mengantisipasi potensi kekeringan di masa mendatang.