Setapak Langkah – 24 Agustus 2026 | Fakhrul Fulvian, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, menilai bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan meluas.
Dampak‑dampak tersebut dapat dirangkum dalam beberapa poin utama:
- Penurunan nilai produksi pertanian dan perkebunan di wilayah terdampak.
- Penurunan pendapatan daerah akibat turunnya wisata alam dan ekowisata.
- Biaya tambahan bagi pemerintah dalam penanggulangan kebakaran, evakuasi, dan rehabilitasi.
- Peningkatan beban layanan kesehatan terkait gangguan pernapasan masyarakat.
- Penurunan produktivitas kerja akibat kualitas udara yang buruk.
Fakhrul menambahkan bahwa bila karhutla berulang setiap tahun, akumulasi kerugian dapat mencapai ratusan miliar rupiah, yang pada akhirnya menurunkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya upaya pencegahan yang terintegrasi, termasuk penegakan hukum yang lebih tegas, program reboisasi, dan peningkatan kesadaran publik.