Setapak Langkah – 02 Juni 2026 | Tim Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dari Unit Penunjang Akademik Lingkungan Lahan Basah melaksanakan program pemantauan pertumbuhan tanaman mangrove di wilayah Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya restorasi lahan basah yang telah digencarkan sejak awal tahun 2023.
Metode pemantauan mencakup pengukuran tinggi pohon, diameter batang, serta kepadatan tanaman per hektar. Data diambil secara periodik setiap tiga bulan dengan bantuan perangkat GPS dan citra drone untuk memetakan persebaran mangrove secara akurat.
Berikut langkah‑langkah utama yang diikuti tim selama proses monitoring:
- Penentuan titik sampel secara acak pada area yang telah ditanami.
- Pengukuran tinggi pohon dan diameter batang menggunakan pita pengukur dan kaliper.
- Pencatatan koordinat GPS untuk setiap titik sampel.
- Pengambilan citra udara menggunakan drone untuk memverifikasi kepadatan vegetasi.
- Pengolahan data dan analisis tren pertumbuhan.
Hasil survei terakhir (Desember 2025) menunjukkan peningkatan signifikan pada beberapa indikator:
| Indikator | Awal Penanaman (2023) | Desember 2025 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Tinggi rata‑rata (m) | 0,5 | 1,3 | +0,8 m |
| Diameter batang rata‑rata (cm) | 2,1 | 3,6 | +1,5 cm |
| Kepadatan (batang/ha) | 400 | 460 | +15% |
Meski terdapat peningkatan, beberapa plot masih menunjukkan tingkat kematian tinggi akibat salinitas berlebih dan erosi. Tim bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) merumuskan rekomendasi penanaman spesies mangrove yang lebih toleran terhadap kondisi tersebut.
Keberhasilan restorasi mangrove memiliki dampak luas: memperkuat perlindungan pantai dari abrasi, menyerap karbon dioksida, serta menyediakan habitat bagi beragam biota laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Tim ULM berkomitmen melanjutkan pemantauan secara berkelanjutan, memperluas area pengamatan, dan melibatkan mahasiswa serta warga lokal dalam program edukasi lingkungan.