Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp 37,2 triliun pada kuartal pertama tahun 2026, menunjukkan pertumbuhan yang relatif lambat dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun angka tersebut tetap berada di atas Rp 35 triliun, laju peningkatan hanya sekitar 2,5% tahun‑ke‑tahun, menandakan tantangan pada sektor telekomunikasi yang kini bersaing ketat dengan layanan digital.
Berikut rangkuman kinerja keuangan Telkom pada kuartal I 2026:
| Item | Kuartal I 2026 | Kuartal I 2025 | YoY |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Konsolidasi | Rp 37,2 triliun | Rp 36,3 triliun | +2,5% |
| Laba Bersih | Rp 3,1 triliun (perkiraan) | Rp 3,0 triliun | +3,3% |
Beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan tipis tersebut antara lain:
- Penurunan penjualan perangkat tradisional dan pergeseran pelanggan ke layanan berbasis internet.
- Persaingan ketat dengan operator seluler lain dalam paket bundling data dan konten.
- Investasi besar-besaran pada jaringan serat optik dan layanan cloud yang belum sepenuhnya menghasilkan pendapatan.
Telkom menargetkan peningkatan pendapatan digital sebesar 10% pada tahun 2026 melalui ekspansi layanan cloud, data center, serta kolaborasi dengan perusahaan teknologi global. Jika strategi tersebut berhasil, pertumbuhan pendapatan di kuartal‑kuartal berikutnya diharapkan dapat mempercepat laju pemulihan.
Investor dan analis pasar tetap memantau langkah-langkah Telkom dalam mengoptimalkan portofolio layanan digitalnya, mengingat tekanan margin yang semakin ketat di sektor tradisional.