Setapak Langkah – 25 Juni 2026 | Indofarma Tbk (Industri Farmasi) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan daya saing di tengah tekanan persaingan industri farmasi yang semakin ketat. Meskipun dihadapkan pada tantangan regulasi, fluktuasi biaya bahan baku, dan perubahan perilaku konsumen, perusahaan tetap berpegang pada agenda transformasi yang disiplin dan terukur.
Transformasi tersebut mencakup empat pilar utama:
- Peningkatan Riset dan Pengembangan (R&D): Pengalokasian dana lebih besar untuk pengembangan obat generik dan biosimilar, serta kolaborasi dengan lembaga penelitian universitas.
- Digitalisasi Operasional: Implementasi sistem ERP terintegrasi, otomasi lini produksi, dan penggunaan data analytics untuk mengoptimalkan rantai pasokan.
- Efisiensi Biaya: Program restrukturisasi biaya operasional, pengurangan waste, dan renegosiasi kontrak dengan pemasok utama.
- Ekspansi Pasar: Penetrasi pasar regional melalui kemitraan distribusi di Asia Tenggara serta peluncuran produk baru yang menargetkan segmen kesehatan konsumen.
Langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat fundamental keuangan Indofarma. Berikut ringkasan kinerja keuangan tiga tahun terakhir yang menunjukkan tren perbaikan:
| Tahun | Pendapatan (Rp Miliar) | Laba Bersih (Rp Miliar) | Margin Laba Bersih (%) |
|---|---|---|---|
| 2021 | 3.850 | 210 | 5,5 |
| 2022 | 4.120 | 275 | 6,7 |
| 2023 | 4.460 | 340 | 7,6 |
Selain itu, Indofarma memperkuat tata kelola perusahaan dengan memperketat kebijakan kepatuhan, meningkatkan transparansi laporan, dan menambah anggota dewan independen. Upaya ini bertujuan memberi kepercayaan lebih kepada pemegang saham serta menarik minat investor institusional.
Dengan fokus pada inovasi, efisiensi, dan ekspansi yang terukur, Indofarma berharap dapat menumbuhkan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan serta mempertahankan posisi kompetitifnya dalam industri farmasi nasional dan regional.