Setapak Langkah – 20 Juli 2026 | Pemerintah metropolitan Tokyo resmi melonggarkan aturan berpakaian bagi pegawai kantor selama musim panas. Kebijakan baru ini memperbolehkan penggunaan celana pendek, kaus oblong, sepatu kets, serta pakaian kasual lainnya sebagai alternatif dari setelan formal tradisional.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas suhu tinggi yang sering melampaui 30 derajat Celsius di ibu kota Jepang. Pihak berwenang mengakui bahwa pakaian resmi seperti jas dan dasi dapat meningkatkan rasa tidak nyaman serta menurunkan produktivitas tenaga kerja.
- Celana pendek (panjang maksimal 20 cm dari lutut)
- Kaus oblong dengan lengan pendek atau panjang
- Sepatu kets atau sandal tertutup yang rapi
- Pakaian kasual lain yang tidak mengganggu citra profesional
Berikut perbandingan singkat antara standar pakaian lama dan yang baru:
| Aspek | Sebelum | Setelah |
|---|---|---|
| Atasan | Jas formal, kemeja, dasi | Kaus oblong, polo, atau kemeja tanpa dasi |
| Bawahan | Celana panjang formal | Celana pendek atau celana panjang kasual |
| Sepatu | Sepatu formal berwarna hitam atau coklat | Sepatu kets atau sandal tertutup |
Kebijakan ini tidak bersifat wajib, melainkan opsi yang dapat dipilih perusahaan atau individu. Namun, banyak perusahaan besar di Tokyo telah menyatakan dukungan penuh, mengingat manfaatnya bagi kesejahteraan karyawan.
Pengamat industri menilai bahwa langkah ini dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di Jepang, terutama yang menghadapi iklim panas. Selain meningkatkan kenyamanan, perubahan pakaian kerja dapat menurunkan biaya pendinginan kantor dan mengurangi jejak karbon.
Dengan demikian, pekerja kantoran di Tokyo kini dapat menikmati musim panas dengan pakaian yang lebih ringan tanpa mengorbankan standar profesionalitas.