Setapak Langkah – 26 Mei 2026 | Pemerintah Kota Surabaya kembali mencuri sorotan nasional setelah menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang diserahkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Penghargaan ini menyoroti komitmen kota dalam melestarikan dan mengembangkan bahasa lokal melalui integrasi di dunia pendidikan serta partisipasi aktif masyarakat.
Penghargaan RBD diberikan kepada Surabaya berkat keberhasilan program Kemis Mlipis, sebuah inisiatif yang menggabungkan pendidikan formal, kegiatan ekstrakurikuler, dan kampanye budaya di lingkungan masyarakat. Program ini dirancang untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa Jawa dan bahasa daerah lainnya, sekaligus meningkatkan kemampuan berbahasa di kalangan pelajar dan warga.
Unsur utama program Kemis Mlipis meliputi:
- Penyusunan kurikulum bahasa daerah yang terintegrasi dalam mata pelajaran sekolah dasar hingga menengah.
- Pelatihan guru dan tenaga kependidikan dalam metodologi pengajaran bahasa daerah yang modern dan interaktif.
- Kegiatan lomba bahasa, pertunjukan seni tradisional, dan pameran literasi yang melibatkan siswa, orang tua, serta tokoh masyarakat.
- Penyediaan materi ajar digital berupa video, modul interaktif, dan aplikasi seluler yang dapat diakses secara gratis.
Selain itu, Surabaya juga menggalakkan kolaborasi dengan lembaga kebudayaan, perguruan tinggi, dan organisasi non‑pemerintah untuk memperluas jangkauan program. Hasilnya, lebih dari 120.000 siswa telah mengikuti kegiatan revitalisasi bahasa sejak peluncuran program pada tahun 2021.
Walikota Surabaya, Arif Rachman, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dan menegaskan bahwa penghargaan ini bukan akhir, melainkan motivasi untuk memperkuat langkah selanjutnya. Rencana ke depan mencakup ekspansi program ke daerah lain di Jawa Timur serta penambahan bahasa daerah lain seperti Madura dan Bali.
Penghargaan dari Kemendikdasmen diharapkan menjadi contoh bagi kota‑kota lain dalam upaya melestarikan warisan linguistik Indonesia, sekaligus menegaskan peran penting bahasa daerah dalam memperkaya identitas nasional.