Setapak Langkah – 19 Juni 2026 | Roket buatan Elon Musk memang mampu menembus atmosfer dengan spektakuler, namun saham SpaceX mengalami penurunan tajam hanya dalam seminggu setelah penawaran umum perdana (IPO) yang mencetak rekor terbesar dalam sejarah pasar modal.
Penawaran saham SpaceX dibuka pada 10 Juni 2026 dengan nilai penjaminan sebesar US$ 30 miliar, menjadikannya IPO terbesar yang pernah tercatat di bursa Amerika Serikat. Antusiasme awal investor memicu euforia yang mengangkat harga saham di atas harga penawaran, namun momentum tersebut tidak bertahan lama.
- Hari pertama perdagangan: saham naik 12% di atas harga penawaran.
- Hari ketiga: koreksi awal menurunkan harga sekitar 8%.
- Hari kelima: tekanan penjualan meningkat, harga turun 15% dari puncak.
- Hari ketujuh: harga saham berada 22% di bawah harga penawaran awal.
Penurunan ini dipicu oleh sejumlah faktor, antara lain:
- Kekhawatiran tentang profitabilitas jangka panjang SpaceX mengingat tingginya biaya pengembangan roket dan infrastruktur peluncuran.
- Persaingan ketat dengan perusahaan antariksa lain yang juga berusaha menguasai pasar satelit dan transportasi luar angkasa.
- Ketidakpastian regulasi di pasar internasional yang dapat mempengaruhi pendapatan masa depan.
Berikut rangkuman pergerakan harga saham SpaceX selama seminggu pertama:
| Hari | Harga Penutupan (USD) |
|---|---|
| Hari 0 (Penawaran) | 120,00 |
| Hari 1 | 134,40 |
| Hari 3 | 123,50 |
| Hari 5 | 107,00 |
| Hari 7 | 94,00 |
Meski IPO SpaceX mencetak catatan historis, dinamika pasar menunjukkan bahwa euforia investor dapat menguap dengan cepat bila fundamental perusahaan tidak mendukung ekspektasi nilai yang terlalu tinggi. Analis menyarankan agar investor memperhatikan laporan keuangan kuartalan dan perkembangan program peluncuran selanjutnya sebelum membuat keputusan investasi jangka panjang.