Setapak Langkah – 20 April 2026 | Insiden terjadi di sebuah sekolah menengah pertama di Purwakarta pada awal bulan April, ketika seorang siswa secara tiba-tiba mengangkat jari tengah kepada guru di tengah pelajaran. Aksi tersebut langsung memicu kehebohan di dalam kelas dan menjadi sorotan setelah video singkatnya tersebar di media sosial.
Guru yang menjadi korban segera melaporkan kejadian kepada pihak sekolah dan kepolisian. Pihak berwenang kemudian melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi pelaku serta saksi mata.
Menanggapi peristiwa itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan bahwa kasus telah diselesaikan secara hukum dan administratif. Ia menegaskan bahwa siswa yang terlibat telah menulis permintaan maaf resmi kepada guru dan pihak sekolah, serta menerima sanksi disiplin internal.
- Kasus dilaporkan ke kepolisian setempat dan penyelidikan selesai dalam tiga hari.
- Siswa yang bersangkutan dikenakan sanksi disiplin internal sesuai peraturan sekolah.
- Guru menerima permintaan maaf resmi dan tidak ada tindakan hukum lanjutan terhadapnya.
- Mendikdasmen menekankan pentingnya edukasi nilai etika dan sopan santun di lingkungan pendidikan.
Pihak sekolah juga mengumumkan rencana pembinaan karakter bagi seluruh siswa, termasuk pelatihan anti‑bullying dan peningkatan komunikasi antara guru dan murid.
Kasus ini menjadi contoh pentingnya penegakan disiplin yang tegas sekaligus memberikan kesempatan bagi perbaikan perilaku siswa, sekaligus menyoroti peran pemerintah dalam menegakkan standar moral di institusi pendidikan.