Setapak Langkah – 01 Juni 2026 | Singapura pada Minggu lalu mengumumkan peluncuran sebuah gerakan nasional yang bertujuan membantu keluarga menumbuhkan kebiasaan digital yang sehat bagi anak-anak. Inisiatif ini muncul sebagai respons atas peningkatan signifikan penggunaan perangkat elektronik di kalangan anak-anak, yang menimbulkan tantangan terkait kesehatan mental, pola tidur, dan keseimbangan antara aktivitas online dan offline.
Gerakan tersebut mencakup tiga pilar utama:
- Edukasi orang tua: Penyediaan modul pelatihan yang menjelaskan dampak penggunaan digital berlebih dan cara mengatur batasan yang realistis.
- Keterlibatan sekolah: Integrasi kurikulum yang mengajarkan literasi digital serta pentingnya waktu tanpa gadget di lingkungan belajar.
- Alat bantu teknologi: Pengembangan aplikasi pemerintah yang memungkinkan orang tua memantau durasi penggunaan perangkat dan mengatur pengingat otomatis.
Beberapa langkah praktis yang direkomendasikan bagi keluarga antara lain:
- Mengatur batas harian penggunaan layar tidak lebih dari dua jam untuk anak di bawah usia 12 tahun.
- Menciptakan “zona bebas gadget” di rumah, seperti ruang makan dan kamar tidur.
- Mendorong kegiatan fisik atau hobi kreatif sebagai alternatif hiburan tanpa layar.
- Menetapkan jam tidur yang konsisten, dengan perangkat elektronik dimatikan setidaknya satu jam sebelum waktu tidur.
- Berpartisipasi dalam workshop komunitas yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintah atau LSM terkait.
Pemerintah berkomitmen untuk memantau pelaksanaan gerakan ini melalui survei tahunan dan laporan kemajuan dari sekolah serta lembaga terkait. Diharapkan dalam jangka menengah, tingkat penggunaan layar yang berlebihan dapat berkurang secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas interaksi keluarga dan kesejahteraan anak.
Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan orang tua, Singapura berharap dapat menyiapkan generasi yang lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi, tanpa mengorbankan aspek-aspek penting dari tumbuh kembang mereka.