Setapak Langkah – 21 April 2026 | Raden Adjeng Kartini, yang lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah, merupakan figur sentral dalam perjuangan hak perempuan di Indonesia. Meskipun era kolonial masih mendominasi, semangatnya membuka jalan bagi perubahan sosial yang signifikan.
Kartini berasal dari keluarga bangsawan Jawa, anak bungsu dari empat bersaudara. Sejak kecil ia merasakan keterbatasan akses pendidikan bagi perempuan, karena tradisi yang menekankan peran domestik.
Berbekal rasa ingin tahu, Kartini belajar membaca dan menulis secara otodidak, kemudian berkesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Belanda (HBS) di Semarang. Pengalaman belajar di lingkungan Belanda memperluas pandangannya tentang hak asasi manusia, khususnya hak pendidikan bagi wanita.
Selama berada di Semarang, Kartini menulis serangkaian surat kepada sahabatnya, Stella Zeehandelaar, seorang Belanda. Surat‑surat itu, yang kemudian dikenal sebagai “Surat Kartini”, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi perempuan Jawa serta usul‑usul reformasi sosial.
- Menulis dan menyebarkan ide‑ide emansipasi melalui korespondensi.
- Mendirikan Sekolah Kartini di Jepara pada tahun 1904, yang menjadi sekolah pertama bagi perempuan pribumi.
- Menggalang dukungan dari tokoh‑tokoh Belanda dan pribumi untuk memperluas akses pendidikan.
- Menjadi inspirasi bagi generasi perempuan Indonesia dalam menuntut hak yang setara.
Setelah wafat pada usia 25 tahun, warisan Kartini tetap hidup melalui gerakan perempuan, lembaga pendidikan, dan perayaan tahunan pada 21 April yang dikenal sebagai Hari Kartini. Pemerintah Indonesia mengukuhkan Kartini sebagai Pahlawan Nasional, menegaskan kontribusinya tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam pembentukan identitas nasional yang inklusif.
Hari ini, nama Kartini terus dikenang dalam buku pelajaran, monumen, dan berbagai program pemberdayaan perempuan. Ide‑ide yang dituangkan dalam surat‑suratnya tetap relevan dalam upaya mengatasi kesenjangan gender dan memperjuangkan hak pendidikan bagi semua anak Indonesia.