Setapak Langkah – 28 Mei 2026 | Desa Batur di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kembali menunjukkan semangat kebersamaan menjelang Idul Adha. Meskipun sebagian besar warga masih merasakan tekanan ekonomi pasca‑pandemi, antusiasme untuk berkurban tetap mengalir deras, hingga angka kurban yang berhasil dikumpulkan menembus ratusan ekor.
Berbagai inisiatif lokal telah digulirkan untuk memastikan setiap keluarga yang ingin berkurban dapat melakukannya. Pemerintah desa bersama kelompok tani, organisasi kepemudaan, dan panitia kurban membentuk jaringan relawan yang membantu proses pemilihan hewan, penyembelihan, hingga distribusi daging kepada yang membutuhkan.
Berikut rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama periode kurban:
- Pembentukan koordinator desa yang menyiapkan daftar calon kurban berdasarkan kemampuan ekonomi masing‑masing.
- Pengadaan hewan kurban melalui tender terbuka dengan harga bersaing, sehingga warga tidak terbebani biaya yang berlebihan.
- Penyuluhan mengenai tata cara penyembelihan yang sesuai syariat dan aman bagi kesehatan.
- Pembagian daging secara adil kepada keluarga kurang mampu, panti asuhan, dan warga yang tidak dapat berkurban sendiri.
Hasilnya, lebih dari 300 ekor sapi dan kambing berhasil dikurbankan, melampaui target awal yang ditetapkan oleh panitia. Dampak positif tidak hanya terasa pada aspek keagamaan, tetapi juga pada perekonomian desa. Peternak lokal melaporkan peningkatan penjualan ternak sebesar 15 % dibandingkan tahun sebelumnya, sementara lapangan kerja sementara terbuka bagi pemuda desa dalam proses logistik dan distribusi.
Selain itu, semangat gotong‑royong yang terbentuk memperkuat jaringan sosial antarwarga. Banyak warga yang secara sukarela menyiapkan dana atau membantu mengangkut hewan kurban, menjadikan acara ini sebagai wujud solidaritas komunitas.
Kepala Desa Batur, Bapak Hadi Sutrisno, menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan nilai kebersamaan yang tetap terjaga meski tantangan ekonomi terus bergulir. Ia menambahkan, “Kami berharap semangat ini dapat menjadi contoh bagi desa‑desa lain, agar kebersamaan dalam berkurban menjadi tradisi yang lestari.”