Setapak Langkah – 05 Juli 2026 | Teheran – Pada upacara penghormatan terakhir almarhum Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, delegasi asing diberikan kesempatan mendengarkan ayat-ayat Al‑Qur’an yang dipilih khusus untuk masing‑masing negara. Delegasi Arab Saudi diperdengarkan Surah Ali Imran ayat 13, sementara delegasi Turki membacakan ayat yang menyinggung konsep jihad.
Surah Ali Imran ayat 13 berbunyi, “Maka tidak ada (batasan) yang menghalangi orang-orang beriman untuk memaafkan orang yang lain, dan tidak ada batasan bagi mereka untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ayat ini dipilih untuk menekankan pentingnya toleransi dan persaudaraan di antara umat Islam, terutama dalam suasana duka yang dihadapi Iran.
Berbeda dengan itu, delegasi Turki memperdengarkan ayat yang berbicara tentang jihad, menyoroti nilai perjuangan dan pengorbanan dalam kerangka keagamaan. Pilihan ayat tersebut menimbulkan perbincangan di kalangan pengamat mengenai pesan politik yang ingin disampaikan oleh masing‑masing negara dalam konteks hubungan Iran‑Saudi serta Iran‑Turki.
Berikut rangkuman ayat‑ayat yang dibacakan masing‑masing delegasi:
- Arab Saudi: Surah Ali Imran 13 – menekankan maaf dan persaudaraan.
- Turki: Ayat yang menyinggung jihad – menekankan semangat perjuangan.
Upacara tersebut berlangsung di dalam Masjid Imam Khomeini, tepat di samping peti jenazah Khamenei yang diletakkan di ruang khusus. Selama prosesi, pejabat tinggi Iran menegaskan kembali pentingnya persatuan umat Islam di tengah dinamika geopolitik regional.
Para pengamat menilai langkah Iran ini merupakan upaya diplomatik halus untuk menilai posisi masing‑masing negara sahabat dalam konteks warisan pemimpin spiritual tersebut. Memilih ayat yang berbeda bagi delegasi dapat diartikan sebagai sinyal bagi Saudi dan Turki mengenai harapan Iran terhadap sikap mereka di masa depan, baik dalam urusan regional maupun isu-isu keagamaan.
Reaksi internasional beragam. Pihak Saudi menanggapi dengan mengapresiasi pilihan ayat yang menonjolkan nilai toleransi, sementara pemerintah Turki menekankan bahwa ayat tentang jihad diinterpretasikan dalam konteks sejarah perjuangan umat Islam, bukan sebagai ajakan aksi kekerasan.
Upacara penghormatan terakhir ini sekaligus menjadi panggung bagi Iran untuk menegaskan kembali peranannya sebagai penjaga nilai-nilai Islam, sekaligus menguji hubungan diplomatik dengan negara‑negara tetangga yang memiliki kepentingan strategis di kawasan Timur Tengah.