Setapak Langkah – 29 April 2026 | Pada hari ini, sebuah kecelakaan kereta api yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan kereta antarkota Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur kembali menambah jumlah korban meninggal. Salah satu penumpang yang sebelumnya berhasil diselamatkan dan dirawat di rumah sakit kini dinyatakan meninggal dunia, meningkatkan total korban jiwa menjadi tiga orang.
Kecelakaan tersebut terjadi ketika KRL yang sedang melaju dari arah Jakarta berpapasan dengan KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah Bandung. Benturan keras mengakibatkan kerusakan pada beberapa gerbong, menimbulkan kepanikan di antara penumpang, serta menimbulkan korban luka-luka yang cukup serius.
Berikut rangkuman perkembangan korban hingga saat ini:
- Korban meninggal pada saat kejadian: 2 orang
- Korban yang sempat dirawat di rumah sakit dan kemudian meninggal: 1 orang
- Korban luka-luka berat yang masih dirawat: 5 orang
- Korban luka ringan: 12 orang
Pihak kepolisian dan Badan Pengawas Transportasi (BPT) telah melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab utama benturan, termasuk faktor teknis, sinyal, serta prosedur operasional di jalur tersebut. Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan akan meningkatkan koordinasi antar operator kereta dan memperketat prosedur pemeriksaan keselamatan.
Pejabat Kementerian Perhubungan menekankan pentingnya evaluasi kembali sistem sinyal dan prosedur penumpang dalam situasi darurat, serta meminta semua pihak terkait untuk mempercepat perbaikan infrastruktur demi mencegah terulangnya tragedi serupa.