Setapak Langkah – 16 Juli 2026 | Seorang wisatawan muda asal Kabupaten Madiun, yang berinisial FYA, dilaporkan menghilang pada akhir pekan lalu saat mengikuti paket tur backpacker ke Korea Selatan. Kejadian ini memicu kepanikan di kalangan keluarga, sahabat, serta komunitas backpacker Indonesia yang tengah menelusuri destinasi Asia Timur.
Berikut rangkaian peristiwa yang telah terungkap:
- 12 Juli 2023, 15.00 WIB – Rom‑bongan tiba di Bandara Incheon, Korea Selatan.
- 12 Juli 2023, 16.45 WIB – Kelompok mengunjungi kawasan Hongdae, bersantai di kafe lokal.
- 12 Juli 2023, 17.30 WIB – FYA meninggalkan kelompok untuk berkeliling daerah sekitar.
- 12 Juli 2023, 19.00 WIB – FYA tidak muncul di titik pertemuan, dicari oleh teman-temannya.
- 13 Juli 2023 – Keluarga di Madiun menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul untuk melaporkan kehilangan.
- 14 Juli 2023 – Polisi setempat membuka penyelidikan, memeriksa CCTV di area Hongdae dan jalur kereta bawah tanah.
Pihak KBRI Seoul menyatakan akan memberikan bantuan konsuler penuh, termasuk koordinasi dengan kepolisian Korea dan penyedia layanan tur. Sementara itu, keluarga FYA di Madiun menggelar doa bersama serta mengajak publik untuk memberikan informasi yang dapat mempercepat proses pencarian.
Beberapa saksi di lokasi melaporkan melihat seorang pria berpenampilan asing yang tampak berbicara dengan FYA sekitar pukul 18.00 WIB, namun identitas lengkapnya belum dapat dipastikan. CCTV yang berhasil diakses menunjukkan FYA berjalan menyusuri trotoar menuju Stasiun Hongik University, namun tidak terlihat kembali setelah menyeberang jalan utama.
Penutup, otoritas Korea Selatan menegaskan akan terus memantau area tersebut dan meningkatkan patroli keamanan di zona wisata populer. Mereka juga mengimbau wisatawan asing untuk selalu menjaga barang bawaan, menginformasikan rencana perjalanan kepada teman atau pemandu, serta menghindari perjalanan sendirian pada malam hari.
Kasus ini menjadi pengingat bagi para pelancong, khususnya generasi muda, bahwa persiapan matang, komunikasi yang jelas, dan kepatuhan pada prosedur keamanan dapat meminimalisir risiko selama berada di luar negeri.