Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Anggota DPR RI Sahroni menyoroti peningkatan peredaran narkoba di ibu kota, khususnya wilayah Jakarta, dan menyerukan penindakan tegas terhadap para bandar. Dalam pernyataannya, Sahroni menekankan bahwa kepolisian, terutama Polda Metro Jaya, harus memperkuat operasi penegakan hukum guna memutus rantai distribusi zat terlarang.
Sahroni menambahkan, ‘Polisi perlu memberantas habis para bandar. Tidak boleh ada toleransi terhadap jaringan yang mengedarkan narkoba kepada masyarakat, terutama generasi muda.’ Ia juga mengingatkan bahwa peredaran narkoba tidak hanya merusak kesehatan individu, tetapi juga berdampak pada keamanan dan stabilitas sosial.
Beberapa langkah yang diusulkan oleh Sahroni meliputi:
- Peningkatan operasi intelijen untuk mengidentifikasi jaringan kriminal secara lebih cepat.
- Kolaborasi lintas lembaga antara kepolisian, Kementerian Hukum dan HAM, serta Badan Narkotika Nasional.
- Penambahan sumber daya manusia dan peralatan khusus dalam unit anti-narkotika.
- Pelaksanaan program edukasi anti-narkoba di sekolah dan komunitas setempat.
Selain itu, Sahroni meminta agar proses hukum terhadap pelaku narkoba dijalankan tanpa penundaan, dengan hukuman yang proporsional dan memberikan efek jera. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam setiap tahap penyelidikan hingga persidangan, agar publik dapat memantau progres penindakan.
Pengawasan terhadap titik masuk narkoba, baik melalui pelabuhan, bandara, maupun jalur darat, juga menjadi prioritas. Polda Metro Jaya diharapkan dapat memperkuat koordinasi dengan pihak bea cukai dan imigrasi untuk mencegah penyelundupan bahan berbahaya.
Dengan tekanan publik yang semakin kuat, diharapkan pemerintah dan aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti seruan Sahroni secara konkret, demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas narkoba di Jakarta.