Setapak Langkah – 25 Agustus 2026 | Kremlin pada hari Selasa mengkritik keras langkah Inggris yang memberikan akses kepada Ukraina untuk menggunakan rakit rudal Storm Shadow. Pejabat tinggi Rusia menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan “penambahan bahan bakar ke dalam api” yang dapat memperburuk konflik di wilayah tersebut.
Storm Shadow adalah rudal jelajah berpresisi yang dikembangkan bersama antara Inggris dan Prancis, dikenal dengan kemampuan menembus pertahanan anti‑rudal musuh. Sejak awal invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, negara-negara Barat telah menyediakan berbagai jenis persenjataan kepada Kyiv, namun penyediaan Storm Shadow menandai peningkatan signifikan dalam kemampuan serang jarak jauh Ukraina.
Respons Rusia tidak hanya berupa pernyataan verbal. Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengingatkan bahwa setiap peningkatan kemampuan militer Ukraina akan memicu respons yang setara atau lebih kuat dari Moskow. Ia menambahkan bahwa Rusia siap menyesuaikan strategi operasionalnya guna melindungi kepentingan nasional.
Pengamat militer menilai bahwa keberadaan Storm Shadow di tangan Ukraina dapat mengubah dinamika pertempuran, terutama di front lini selatan dan timur, di mana posisi pertahanan Rusia relatif rapuh. Namun, efektivitasnya masih tergantung pada kemampuan logistik, pelatihan pilot, dan integrasi dengan sistem komando dan kontrol Ukraina.
Di dalam negeri, pernyataan Kremlin memicu debat politik mengenai kebijakan luar negeri Rusia. Beberapa analis menilai bahwa retorika keras ini dimaksudkan untuk menegaskan posisi Rusia di panggung internasional dan memperingatkan sekutu Barat tentang konsekuensi potensial dari eskalasi senjata.
Sejauh ini, belum ada laporan resmi mengenai penggunaan Storm Shadow oleh Ukraina dalam operasi terbaru. Namun, para pejabat militer Ukraina menyatakan kesiapan untuk memanfaatkan semua aset yang tersedia demi mempercepat pembebasan wilayah yang masih diduduki.