Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah pada pagi hari Senin, 18 Mei 2024, kembali menurun sekitar 33 poin atau 0,19 % menjadi Rp 17.630 per dolar Amerika Serikat, menguatkan tren pelemahan sejak akhir pekan.
Penurunan ini terjadi bersamaan dengan perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus memanas, menambah ketidakpastian di pasar keuangan global. Ketegangan geopolitik tersebut menekan harga minyak mentah, yang pada saat itu mengalami volatilitas tinggi, dan menggerakkan aliran modal kembali ke aset safe‑haven seperti dolar AS.
Bank Indonesia (BI) belum mengumumkan kebijakan moneter baru, namun dalam pernyataan terakhirnya menekankan pemantauan ketat terhadap pergerakan nilai tukar serta komitmen menjaga stabilitas harga. Sementara itu, para analis memperkirakan bahwa bila ketegangan geopolitik tidak mereda, rupiah dapat terus berada di kisaran Rp 17.500‑17.700 per dolar.
Berikut rangkuman pergerakan nilai tukar rupiah selama tiga hari terakhir:
| Tanggal | Kurs (IDR/USD) |
|---|---|
| 16/5/2024 | 17.560 |
| 17/5/2024 | 17.595 |
| 18/5/2024 | 17.630 |
Pengamat pasar menyarankan pelaku ekonomi untuk memperhatikan kebijakan eksternal, khususnya kebijakan moneter Amerika Serikat serta perkembangan politik di Timur Tengah, yang keduanya berpotensi memengaruhi arus modal masuk‑keluar Indonesia.