Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Menteri Keuangan Purbaya menanggapi permintaan Ketua DPR Prabowo Subianto untuk mengganti Kepala Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam pernyataan resmi, Purbaya menegaskan bahwa bila memang ada arahan dari Presiden, ia siap melaksanakannya, namun ia terlebih dahulu akan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kinerja pejabat yang bersangkutan.
Prabowo mengkritik kinerja Bea Cukai yang dinilai belum optimal dalam mengoptimalkan penerimaan negara serta menanggulangi penyelundupan. Ia mengusulkan pergantian pimpinan sebagai langkah strategis menjelang tahun anggaran baru.
Purbaya menjelaskan bahwa keputusan semacam itu tidak dapat diambil secara sepihak. Ia akan menelaah data kinerja, capaian target pendapatan, serta efektivitas program digitalisasi yang sedang berjalan di Bea Cukai. Menurutnya, evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa perubahan kepemimpinan tidak mengganggu stabilitas institusi dan tidak menurunkan penerimaan negara.
Berikut langkah‑langkah yang akan ditempuh Purbaya sebelum memberi rekomendasi:
- Mengumpulkan laporan kinerja tahunan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selama tiga tahun terakhir.
- Melakukan pertemuan dengan pejabat senior Bea Cukai serta stakeholder terkait untuk menilai tantangan operasional.
- Menganalisis dampak potensial pergantian kepemimpinan terhadap penerimaan bea masuk dan cukai.
- Menyusun rekomendasi berbasis data kepada Presiden dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Jika akhirnya ada keputusan resmi untuk mengganti kepala Bea Cukai, Purbaya menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan perintah tersebut dengan cepat, namun tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam proses transisinya.
Respons ini mencerminkan dinamika hubungan antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam upaya meningkatkan kinerja sektor perpajakan serta menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam pengambilan keputusan strategis.