Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan serangkaian rekayasa lalu lintas di sekitar area konstruksi jalan layang Latumenten, khususnya pada fase erection girder. Tujuan utama langkah ini adalah memastikan kelancaran arus kendaraan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan selama pemasangan balok utama.
Beberapa tindakan yang diterapkan antara lain:
- Pemasangan rambu temporer yang menandai jalur baru untuk kendaraan ringan.
- Pengalihan alur utama ke jalur alternatif yang telah dipersiapkan sejak awal proyek.
- Peningkatan jumlah petugas lalu lintas pada jam-jam sibuk untuk mengatur arus kendaraan secara dinamis.
- Penyediaan jalur khusus bagi kendaraan darurat dan transportasi umum.
Selain itu, pihak terkait melakukan koordinasi intensif dengan kontraktor dan penyedia layanan transportasi publik. Setiap perubahan rute dipublikasikan melalui media sosial resmi dan papan informasi di sekitar lokasi, sehingga pengendara dapat menyesuaikan rencana perjalanan.
Pengukuran dampak awal menunjukkan penurunan waktu tempuh rata-rata sebesar 12 persen dibandingkan dengan kondisi sebelum rekayasa diterapkan. Meskipun terdapat keluhan dari sebagian pengguna jalan terkait kebisingan dan debu, otoritas berjanji akan terus memantau dan menyesuaikan strategi bila diperlukan.
Langkah rekayasa ini diharapkan menjadi contoh praktik manajemen lalu lintas yang responsif pada proyek infrastruktur besar, terutama di wilayah dengan kepadatan kendaraan tinggi seperti Jakarta.