Setapak Langkah – 18 Agustus 2026 | Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa total Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026 tetap berada pada level yang terkendali, yakni sebesar USD 453,4 miliar. Angka tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan neraca eksternal di tengah tekanan global.
Rincian posisi ULN pemerintah pada periode yang sama menunjukkan nilai sebesar USD 216,3 miliar, mengalami kenaikan 2,9 persen secara tahunan (yoy). Kenaikan ini dipengaruhi oleh penyesuaian nilai tukar dan peningkatan kebutuhan pembiayaan luar negeri untuk proyek infrastruktur serta program sosial.
| Komponen | Nilai (USD Miliar) | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Total ULN (seluruh sektor) | 453,4 | Stabil |
| ULN Pemerintah | 216,3 | +2,9% |
Stabilitas rasio ULN menjadi sinyal positif bagi investor asing, karena menurunkan risiko default dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal Indonesia. BI menekankan pentingnya diversifikasi sumber pembiayaan dan penguatan cadangan devisa untuk menghadapi volatilitas pasar global.
Selain itu, pemerintah berupaya mengoptimalkan penggunaan dana pinjaman luar negeri dengan menyalurkan pada proyek-proyek yang memberikan nilai tambah tinggi, seperti pembangunan infrastruktur transportasi, energi terbarukan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dengan rasio ULN yang tetap terjaga, diperkirakan Indonesia dapat mempertahankan rating kredit yang baik dan menjaga biaya pinjaman luar negeri pada tingkat yang kompetitif.