Setapak Langkah – 29 Juli 2026 | Rais Syuriyah, Ketua Umum Persatuan Ummat Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, menegaskan bahwa dukungan terhadap calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru-baru ini disampaikan oleh beberapa tokoh PWNU bukan merupakan posisi resmi organisasi.
KH Abun Bunyamin, Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, juga menegaskan hal yang sama. Ia menyatakan bahwa setiap individu memiliki hak berpendapat, namun tidak boleh menafikan bahwa organisasi secara keseluruhan mendukung calon tertentu.
Rais mencontohkan bahwa selama pemilihan kepolisian sebelumnya, PWNU selalu menahan diri dari mengambil sikap politik yang dapat memecah belah umat. Ia menegaskan kembali komitmen PWNU untuk tetap netral dan fokus pada tugas sosial‑keagamaan.
Berita ini muncul setelah muncul spekulasi di media bahwa PWNU mendukung calon Kapolri yang diusung oleh partai politik tertentu. Rais menolak spekulasi tersebut dan meminta publik untuk tidak mengaitkan nama organisasi dengan agenda politik manapun.
Dengan penegasan tersebut, PWNU Jawa Barat berharap dapat menjaga kepercayaan masyarakat serta menghindari potensi konflik internal yang dapat merusak citra organisasi.
- Pernyataan dukungan bukan sikap resmi PWNU Jabar.
- PWNU tetap netral dalam politik.
- Setiap individu bebas berpendapat, tidak mewakili organisasi.
- Komitmen fokus pada tugas keagamaan dan sosial.