Setapak Langkah – 29 Juli 2026 | Prediksi nilai tukar Rupiah pada 29 Juli 2024 memperkirakan melemah hingga Rp 18.020 per dolar AS. Analisis ini didasarkan pada dinamika pasar setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, yang menimbulkan ketidakpastian jangka pendek.
Beberapa faktor utama yang mendorong proyeksi pelemahan tersebut antara lain:
- Pengunduran diri Perry Warjiyo yang memicu kekhawatiran tentang kepemimpinan kebijakan moneter.
- Data inflasi yang masih berada di atas target bank sentral, meningkatkan tekanan pada nilai tukar.
- Kondisi neraca perdagangan yang masih mengalami defisit, memperlemah arus masuk devisa.
- Arus keluar modal asing (capital outflow) yang dipicu oleh persepsi risiko politik dan ekonomi.
- Sentimen pasar global yang menguatkan dolar AS, memperlemah mata uang emerging market.
Berikut ini gambaran pergerakan kurs Rupiah dalam dua minggu terakhir:
| Tanggal | Kurs (IDR/USD) |
|---|---|
| 14 Juli 2024 | Rp 17.650 |
| 17 Juli 2024 | Rp 17.720 |
| 21 Juli 2024 | Rp 17.860 |
| 24 Juli 2024 | Rp 17.950 |
| 27 Juli 2024 | Rp 18.010 |
Jika tekanan tersebut berlanjut, BI diperkirakan akan mempertimbangkan kebijakan penyesuaian suku bunga atau intervensi pasar valuta asing untuk menstabilkan Rupiah. Namun, langkah tersebut memerlukan koordinasi yang kuat dengan otoritas fiskal dan kebijakan struktural jangka panjang.
Investor disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan moneter, data inflasi, serta aliran modal asing sebagai indikator utama pergerakan nilai tukar ke depan.